BOGOR – Tiga dari tujuh orang yang luka tersambar petir masih dirawat di rumah sakit. Dalam kejadian itu, seorang lainnya meninggal kena petir ketika sama-sama menonton sepak bola antarkampung (Tarkam) di tengah hujan deras di kampungnya di Bogor. Kapolsek Bogor Barat, Kompol Pahyuni, mengatakan sampai Minggu (18/11/2018) masih ada tiga korban luka yang dirawat di klinik Muhammadiyah. Sebelumnya, tujuh orang yang terluka berusia antara 16 tahun hingga 68 tahun, termasuk seorang wanita 55 tahun. “Satu orang meninggal usia 54 tahun,” ujarnya. Menurutnya, sejumlah saksi telah diminta keterangan tentang peristiwa di Lapangan Walet, Bubulak, pada Sabtu (18/11/2018). Diketahui, pertandingan sempat dihentikan selama 10 menit karena hujan deras dan petir sambar menyambar. Namun tak lama, kedua tim sepakat melanjutkan pertandingan meski masih hujan masih turun. Juga masih terdengar suara gemuruh petir. “Saat itu kejadiannya, warga tersambar petir, katanya. "Diduga saat ada petir, ada warga yang menggunakan HP." (yopi/yp)
Hujan-hujanan Nonton Bola Tarkam, 1 Tewas dan 7 Luka Tersambar Petir
Minggu 18 Nov 2018, 16:34 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
Daerah
Sosok Pejabat Dishub Sukabumi Berinisial TIP Siapa? Ini Jabatan dan Kronologi Dugaan Pelecehan Siswi PKL
EKONOMI
Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Jadi Rp2.593.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya