POSKOTA.CO.ID - Presenter sekaligus artis Ruben Onsu tengah menjadi sorotan usai muncul aksi demonstrasi yang menyerukan pemboikotan dirinya dari layar kaca.
Sejumlah orang mendatangi gedung stasiun televisi swasta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan keberatan terhadap kehadiran Ruben Onsu dalam berbagai program televisi.
Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan agar presenter tersebut tidak lagi diberikan ruang untuk tampil di media penyiaran.
Massa juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ikut menanggapi persoalan tersebut.
Salah satu spanduk yang dibawa peserta demonstrasi menampilkan foto Ruben Onsu disertai tulisan bernada tuntutan pemboikotan.
"Boikit Ruben Onsu: Jangan beri ruang untuk Ruben Onsu di seluruh media".
Tulisan tersebut memperlihatkan tuntutan massa agar Ruben tidak lagi mendapatkan ruang tampil di media televisi.
Lantas, Ruben Onsu diboikot karena apa? Bagaimana awal mula kontroversi hingga berujung pada aksi demonstrasi di depan gedung stasiun televisi? Berikut rangkaian informasi yang menjadi sorotan.
Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Dibuka Tanggal Berapa? Catat Jadwal Resmi Pemerintah
Ruben Onsu Diboikot karena Apa?
Seruan boikot terhadap Ruben Onsu mencuat setelah beredarnya dugaan rekaman video call yang melibatkan dirinya dengan seorang pria.
Rekaman tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Polemik video call itu juga dikaitkan dengan isu laporan dugaan pencabulan sesama jenis yang pernah diarahkan kepada Ruben Onsu. Isu tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Sebagian pihak menyampaikan keberatan terhadap kehadiran Ruben di layar kaca dan meminta stasiun televisi mempertimbangkan kontroversi yang sedang berkembang.
Meski demikian, berbagai tudingan yang beredar perlu dibedakan dari fakta hukum yang telah terverifikasi.
Baca Juga: Idgitaf Raih 3 Piala AMI Awards 2026, Album Berusaha di Bawah Hujan Jadi yang Terbaik
Dugaan maupun spekulasi di media sosial tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang telah melakukan tindak pidana.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, seruan agar Ruben tidak lagi tampil di televisi mulai bermunculan.
Desakan itu awalnya menjadi perbincangan di media sosial, sebelum kemudian diwujudkan melalui aksi demonstrasi secara langsung.
Ruben Onsu Buka Suara
Menanggapi demonstrasi yang menyerukan pemboikotan terhadap dirinya, Ruben Onsu akhirnya memberikan respons melalui akun Threads pribadinya pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam unggahannya, Ruben mengaku sudah mengetahui sosok yang berada di balik aksi unjuk rasa tersebut.
Ia juga membagikan tangkapan layar percakapan sebuah grup WhatsApp yang diduga digunakan untuk mengoordinasikan demonstrasi.
Melalui unggahan itu, Ruben menyampaikan sindiran kepada pihak yang dianggap menggerakkan aksi tersebut.
Dia bahkan menyinggung kemungkinan adanya orang lain yang ingin ikut serta dalam demonstrasi.
"Tenang deh, enggak usah ngomong, kita udah tahu kok dalangnya. Kalau ada yang mau ikut info ke mana untuk demo?" tulis Ruben Onsu, seperti dikutip pada Jumat, 6 November 2026.
Selain menyinggung sosok yang diduga berada di balik demonstrasi, Ruben Onsu juga memberikan perhatian terhadap ketentuan pakaian atau dress code peserta aksi.
"Seru juga pakai dresscode nih yeeeeee. Kalau ada yang mau ikut info ke mana untuk demo??" lanjutnya.
Dalam rangkaian unggahannya, Ruben juga menyampaikan sindiran mengenai berbagai persoalan pemerintahan yang menurutnya lebih penting untuk mendapatkan perhatian masyarakat.
Ia menilai masih banyak isu publik yang perlu dibahas, tetapi polemik mengenai dirinya justru ikut menyita perhatian.
Ruben kemudian menyampaikan komentar yang menyindir pihak-pihak yang dianggap berusaha mendapatkan sorotan di tengah berbagai persoalan tersebut.
"Maaf ya netizen, padahal masih ada masalah pemerintahan yang penting, tapi ini gak mau kalah spotlight nih wkwkwkwk edannnnn, ade aje gebrakannyeee," ungkap dia.
