Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan Dewa United.
Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta berusaha memperbaiki penampilan.
Tuan rumah mulai meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan satu gol dari Dewa United.
PSIM mencoba membangun serangan dengan variasi permainan yang lebih beragam.
Selain mengandalkan penguasaan bola, Laskar Mataram juga memanfaatkan skema serangan balik atau counter attack untuk mengejutkan barisan pertahanan lawan.
Situasi bola mati turut menjadi salah satu alternatif serangan yang dimanfaatkan PSIM.
Mereka berusaha memaksimalkan setiap kesempatan untuk menciptakan peluang di depan gawang Dewa United.
Perubahan pendekatan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66.
Ezequiel Vidal berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa PSIM menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin menarik. PSIM yang berhasil menyamakan kedudukan tampil lebih percaya diri dan berusaha memanfaatkan momentum untuk membalikkan keadaan.
Di sisi lain, Dewa United tidak tinggal diam. Tim tamu berusaha kembali mengambil kendali permainan dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan PSIM. Kedua kesebelasan kemudian saling berusaha menciptakan peluang.
PSIM ingin mempertahankan momentum di hadapan pendukungnya, sedangkan Dewa United membutuhkan gol tambahan untuk memastikan kemenangan.
