Dewa United tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Tim tamu menerapkan permainan terbuka dengan formasi 4-3-3 untuk menguasai jalannya pertandingan sekaligus membangun serangan dari berbagai sisi lapangan.
Trisula Denilson Junior, Rafael Struick, dan Noah Sadaoui menjadi andalan Dewa United di lini depan.
Ketiganya memiliki keleluasaan bergerak di sepertiga akhir pertahanan PSIM sehingga mampu memberikan tekanan kepada barisan belakang tuan rumah.
Dominasi tersebut membuat PSIM harus bekerja keras untuk mengantisipasi serangan yang dilancarkan Dewa United.
Tim berjuluk Laskar Mataram itu beberapa kali mendapatkan tekanan ketika mencoba membangun permainan dari lini belakang.
Upaya Dewa United akhirnya membuahkan hasil pada awal pertandingan. Tim tamu mendapatkan hadiah penalti setelah pemain PSIM, Adrian Dalmau, dinyatakan melakukan handball di area terlarang.
Keputusan itu diambil setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Dewa United pun mendapatkan kesempatan untuk membuka keunggulan melalui tendangan dari titik putih.
Denilson Junior yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Sepakan pemain tersebut mengarah ke gawang PSIM dan mengubah kedudukan menjadi 0-1 pada menit ke-11.
Setelah unggul, Dewa United tidak mengurangi intensitas serangannya. Rafael Struick dan Noah Sadaoui terus berusaha mencari celah di pertahanan PSIM untuk menambah keunggulan.
Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversikan menjadi gol tambahan.
