Denada Ungkap Sisi Berat Operasi Bokong di Turki

Jumat 06 Nov 2026, 19:24 WIB
Denada (Sumber: Instagram/@denada)
Denada (Sumber: Instagram/@denada)

POSKOTA.CO.ID,- Penyanyi Denada Tambunan memutuskan untuk melakukan prosedur bedah estetik di Turki. Operasi ini berfokus pada area bokong dan pinggul. Prosedur tersebut populer dengan sebutan Brazilian Butt Lift (BBL). Namun, perjalanan mendapatkan hasil yang diinginkan tidaklah mudah.

Selain itu, penyanyi rap senior ini mengakui bahwa BBL merupakan tindakan kecantikan paling berat. Oleh karena itu, ia harus menghadapi masa pemulihan yang sangat menantang.

Denada membagikan pengalamannya saat menjadi bintang tamu di sebuah acara televisi swasta. Ia menceritakan proses tersebut di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

"Jujur ini adalah prosedur operasi plastik yang terberat, tersakit," kata Denada.

Baca Juga: Denada Punya Pacar Baru? Irfan Hakim Bocorkan Ciri-ciri Kekasih Sang Penyanyi

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa rasa sakit bukan satu-satunya masalah. Menurutnya, tingkat ketidaknyamanan yang dirasakan jauh melampaui operasi lain. Sebagai perbandingan, Denada pernah menjalani operasi hidung, pembesaran payudara, hingga tarik wajah atau facelift.

"Ini adalah yang paling tidak nyaman. Bukan sakit, tapi paling tidak nyaman," tuturnya menjelaskan perbedaan sensasi tersebut.

Pantangan Ketat Selama Dua Bulan Pemulihan

Masa pemulihan pascaoperasi BBL menuntut kedisiplinan yang tinggi. Pasalnya, pasien harus mematuhi berbagai aturan ketat demi menjaga bentuk dan kesehatan tubuh.

Sebagai hasilnya, Denada harus beradaptasi dengan posisi tubuh yang terbatas setiap hari. Selama dua bulan penuh, ia tidak boleh tidur dengan posisi telentang. Selain itu, ia juga dilarang untuk duduk dalam waktu yang lama.

"Sampai sekarang selama dua bulan aku nggak boleh tidur telentang, nggak boleh duduk selama dua bulan, aku harus pakai korset terus," ungkapnya.

Baca Juga: Denada Kembali Disorot, Muncul Klaim Ressa Rosano Punya Dua Adik

Selain posisi tidur dan duduk, ia juga harus menghindari berbagai hal lain. Pantangan tambahan ini membuat hari-hari pemulihannya terasa jauh lebih melelahkan.

"Terus aku benar-benar mesti banyak banget pantangannya, dan rasanya juga tidak senyaman oplas-oplas aku yang pernah aku lakukan sebelumnya," beber Denada.

Puas dengan Hasil Akhir dan Tidak Menyesal

Meskipun harus melewati proses pemulihan yang melelahkan, Denada tidak merasa kecewa. Ia justru merasa sangat senang dengan keputusan yang telah diambilnya.

"Tapi kalau dibilang nyesel, gak. Karena aku happy dengan hasilnya. Cuma memang dibandingin dengan prosedur yang lain, ini yang menurut aku lebih banyak pantangannya," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update