Iwan Fals Gelar Konser "Menembus Awan Hijau": Gaungkan Isu Lingkungan dan Perlawanan terhadap Korupsi

Minggu 01 Nov 2026, 22:15 WIB
Penyanyi Legendaris Iwan Fals. (Sumber: Instagram Iwan Fals)
Penyanyi Legendaris Iwan Fals. (Sumber: Instagram Iwan Fals)

POSKOTA.CO.ID — Konser musik bertema lingkungan yang dibawakan oleh musisi legendaris Iwan Fals tidak hanya menjadi ajang hiburan semata. Acara ini juga menjelma menjadi panggung perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.

Konser bertajuk Menembus Awan Hijau tersebut berlangsung di Panggung Kita, Markas Tiga Rambu, Leuwinanggung, Tapos, Kota Depok. Acara ini digelar Sabtu, (31/10/2026).

Selain itu, sekitar 5.000 penonton dari berbagai daerah tumpah ruah memadati lokasi. Mereka hadir untuk menyaksikan penampilan sang maestro secara langsung.

Momen haru sempat menyelimuti tribun VIP. Ibunda Iwan Fals hadir langsung bersama grup bernyanyinya untuk memberikan dukungan.

Baca Juga: Lirik Lagu Tikus Tikus Kantor - Iwan Fals, Berisi Kritik Sosial Kepada Sang Penguasa

Oleh karena itu, Iwan Fals menyampaikan doa khusus dari atas panggung untuk seluruh penggemarnya. Ia mengucapkan terima kasih atas kedatangan para penonton.

"Terima kasih sudah datang. Doa saya, yang datang ke sini sehat. Pulangnya tambah sehat," ujar Iwan Fals di hadapan ribuan penggemar.

Kritik Pedas untuk Para Koruptor

Namun, suasana syahdu berubah riuh setelah doa disampaikan. Musisi senior ini langsung melontarkan pernyataan keras terkait persoalan korupsi di Indonesia.

"Tikus yang paling berbahaya itu bukan tikus di sawah. Tapi tikus kantor, para koruptor," tegas Iwan Fals.

Sebagai hasilnya, lagu legendaris berjudul Tikus-Tikus Kantor langsung membahana. Ribuan penonton menyambutnya dengan mengacungkan salam tiga jari sambil bernyanyi lantang.

Baca Juga: Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan Telah Periksa 7 Orang Saksi Kasus yang Menyeret Iwan Fals

Aksi ini mencerminkan semangat lagu Bongkar yang sesungguhnya. Semangat ini bertujuan membongkar kebusukan yang bersembunyi di balik meja dan stempel pemerintah.

Deretan Lagu Tematik tentang Kerusakan Alam

Sesuai dengan tema utama konser, lagu-lagu bertema lingkungan menjadi sajian utama. Iwan Fals tidak membawakan hits legendaris seperti Bento atau Umar Bakri. Sebaliknya, ia menyanyikan deretan lagu yang memetakan kerusakan alam sejak puluhan tahun lalu.

Pertama-tama, ia membawakan Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi yang menyoroti alih fungsi hutan dan ancaman buldoser. Selanjutnya, lagu Sampah menyuarakan masalah limbah plastik serta kaleng.

Sebab polusi kian parah, lagu Hutanku Rusak turut dihadirkan dengan lirik ikonik Langitku Bocor. Lagu ini menggambarkan udara yang tercemar dan kondisi alam yang kian memprihatinkan.

Pesan Kelestarian Hutan dan Penutup yang Syahdu

Tidak berhenti di situ, Iwan Fals membawakan Balada Orang Pedalaman untuk menyuarakan hak masyarakat adat. Lagu Esek Esek Udug Udug juga dinyanyikan guna mengkritik pencemaran sungai akibat limbah pabrik.

Selain itu, lagu Panggilan Dari Gunung rilis tahun 1995 membahana mengingatkan bahaya gunung gundul. Lagu Hijau menjadi pamungkas isu lingkungan untuk menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta polusi udara.

"Mari kita tetap menanam pohon dan menjaga kelestariannya. Hal ini penting agar masa depan Indonesia lebih hijau," ajak Iwan di sela penampilannya.

Meskipun demikian, deretan lagu kritis tersebut tidak membuat konser berakhir tegang. Iwan Fals menutup penampilannya dengan lagu cinta berjudul Nona. Lagu ini sukses mengubah suasana konser menjadi penuh kehangatan. Konser Menembus Awan Hijau pun resmi berakhir pada pukul 17.40 WIB.


Berita Terkait


News Update