Ia disebut terus didampingi keluarga dan orang-orang terdekat yang memberikan dukungan hingga akhir hayatnya.
“Ia didekap hangat keluarga dan sahabat, dikelilingi musik live, doa, air mata, tawa, dan jenis emosi mendalam yang bisa menginspirasi kita semua untuk seumur hidup. Kami akan selamanya mengenang ketenangan dan renungan di wajahnya, pengingat abadi akan keanggunannya yang tak terkalahkan,” lanjutnya
Penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body merupakan dua gangguan neurologis yang memengaruhi fungsi otak.
Alzheimer dikenal sebagai penyebab paling umum demensia yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, hingga perubahan perilaku secara bertahap.
Sementara itu, demensia Lewy body merupakan penyakit yang ditandai dengan penumpukan protein abnormal di dalam sel-sel otak.
Sebagai informasi, nama Patrick Stewart tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang dunia seni peran.
Baca Juga: Mau Pulang ke Indonesia? Jangan Lupa Isi All Indonesia H-3 Kedatangan, Begini Tutorialnya
Sebelum dikenal sebagai Kapten Jean-Luc Picard dalam serial dan film Star Trek, Stewart telah membangun reputasi sebagai aktor teater melalui berbagai pertunjukan Shakespeare bersama Royal Shakespeare Company.
Ketika banyak aktor terjebak dalam satu jenis peran (typecast), Sir Patrick Stewart justru mampu bertransisi dengan mulus dari karya-karya Shakespeare dan Dickens menuju kursi komando USS Enterprise di Star Trek, hingga kursi roda ikonisnya di waralaba X-Men.
Bagi penggemar Star Trek, Patrick Stewart akan selalu dikenang sebagai Kapten Jean-Luc Picard, pemimpin USS Enterprise yang dikenal bijaksana, tenang, dan mengutamakan diplomasi.
Karakter tersebut menjadi salah satu tokoh paling ikonis dalam sejarah serial fiksi ilmiah.
Di dunia film superhero, Stewart juga berhasil menghidupkan karakter Profesor Charles Xavier dalam waralaba X-Men.
