Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Perluas Layanan UMKM

Jumat 30 Okt 2026, 08:37 WIB
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo seusai diskusi bersama Liga Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo seusai diskusi bersama Liga Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bank Jakarta terus memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo menegaskan kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis perbankan. Oleh karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi prioritas yang terus diperbaiki secara berkelanjutan.

“Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun,” kata Agus seusai diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2026.

Dalam diskusi bertema “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” tersebut, Agus menjelaskan penguatan tata kelola dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari peningkatan kepatuhan, pengelolaan risiko, hingga penguatan sistem pengendalian internal.

Baca Juga: Bank Jakarta dan None Jakarta 2026 Tekankan Pentingnya Sehat Finansial-Fisik

Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus berjalan secara konsisten agar operasional perbankan tetap sehat, transparan, dan akuntabel. Penerapan GCG juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha serta memperkuat kepercayaan nasabah.

Ia menyebutkan terdapat lima prinsip utama yang menjadi landasan tata kelola perusahaan, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.

“Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta,” ujarnya.

Selain membenahi tata kelola, Bank Jakarta juga berupaya memperluas jangkauan layanan bagi pelaku UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM. Strategi tersebut ditujukan agar layanan perbankan dan pembiayaan semakin mudah diakses sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usaha.

Baca Juga: Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Raih Penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026

Agus menjelaskan pengembangan sentra mikro membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan sentra UMKM. Pelaku usaha mikro umumnya memerlukan layanan yang dekat dengan lokasi usaha dan pasar tempat mereka beraktivitas.


Berita Terkait


News Update