Hasil Hitung Cepat Pemilu Israel 2026: Netanyahu dan Eisenkot Bersaing Ketat, Siapa Unggul?

Rabu 28 Okt 2026, 11:02 WIB
Hasil hitung cepat Pemilu Israel 2026 menunjukkan Netanyahu dan Gadi Eisenkot bersaing ketat. (Sumber: Instagram/@b.netanyahu)
Hasil hitung cepat Pemilu Israel 2026 menunjukkan Netanyahu dan Gadi Eisenkot bersaing ketat. (Sumber: Instagram/@b.netanyahu)

POSKOTA.CO.ID - Hasil exit poll terbaru pemilu parlemen Israel pada Rabu, 28 Oktober 2026, menunjukkan persaingan ketat antara kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot.

Setelah sempat tertinggal dalam proyeksi awal, kubu Netanyahu kini berada dalam posisi berimbang dengan pesaingnya berdasarkan pembaruan hasil dari sejumlah lembaga penyiaran Israel.

Persaingan tersebut membuat hasil pemilu pada Selasa, 27 Oktober 2026 itu belum menunjukkan pihak yang dapat memastikan pembentukan pemerintahan berikutnya.

Sejumlah exit poll menempatkan kedua blok utama pada perolehan kursi yang hampir sama.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya negosiasi politik yang panjang setelah penghitungan suara selesai.

Selain kubu Netanyahu dan Eisenkot, perhatian juga tertuju pada partai-partai Arab yang diproyeksikan memperoleh gabungan sekitar 17 hingga 18 kursi.

Jumlah tersebut berpotensi memengaruhi perhitungan dukungan di parlemen.

Meski demikian, besarnya perolehan kursi tidak otomatis berarti seluruh partai tersebut akan bergabung dengan salah satu kubu.

Sikap politik masing-masing partai dan kesepakatan yang dicapai setelah pemilu akan turut menentukan proses pembentukan pemerintahan.

Lantas, bagaimana hasil hitung cepat pemilu Israel 2026 terbaru? Simak asil exit poll dan perkembangan persaingan pemilu Israel 2026 berikut ini.

Baca Juga: Jadwal Demo Hari Ini 28 Oktober 2026 di Jakarta: di Mana dan Jam Berapa?

Siapa Unggul dalam Hasil Hitung Cepat Pemilu Israel 2026?

Berdasarkan pembaruan exit poll pada Rabu, 28 Oktober 2026, kubu Benjamin Netanyahu dan blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot berada dalam persaingan ketat.

Dilansir AFP, media Israel Channel 11 dan Channel 13 sama-sama memproyeksikan kubu Netanyahu dan blok oposisi pimpinan Eisenkot memperoleh masing-masing 51 kursi di Knesset.

Sementara itu, Channel 12 memberikan hasil yang berbeda dengan menempatkan blok Eisenkot sedikit di atas kubu Netanyahu dalam proyeksi tertentu.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan masih berlangsung ketat dan angka yang dirilis setiap lembaga belum sepenuhnya seragam.

Sebelumnya, hasil exit poll awal sempat menempatkan blok oposisi Eisenkot di posisi lebih tinggi.

Sejumlah proyeksi memperkirakan kubu Eisenkot meraih 52 hingga 53 kursi, sedangkan blok Netanyahu memperoleh sekitar 50 kursi.

Namun, setelah pembaruan dilakukan, selisih perolehan kursi kedua kubu menyempit.

Baca Juga: Pertemuan Pramono Anung dan Menkeu Sauhasil, Bahas Anggaran Transportasi hingga Beasiswa LPDP Jakarta

Perubahan itu memperlihatkan bahwa proyeksi awal belum dapat dijadikan patokan untuk menentukan hasil akhir pemilu.

Dengan demikian, belum ada pihak yang dapat dinyatakan sebagai pemenang berdasarkan hasil exit poll tersebut.

Kedua blok utama juga belum diproyeksikan mengamankan 61 kursi yang diperlukan untuk memperoleh mayoritas di Knesset.

Perolehan sekitar 18 kursi yang diproyeksikan untuk partai-partai Arab turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi proses pembentukan koalisi.

Namun, dukungan mereka terhadap pemerintahan berikutnya belum dapat dipastikan sebelum negosiasi politik berlangsung.

Hasil resmi pemilu tetap menjadi acuan untuk mengetahui distribusi kursi di parlemen.

Setelah itu, kemampuan Netanyahu maupun Eisenkot membangun dukungan dari partai-partai lain akan menentukan langkah berikutnya dalam pembentukan pemerintahan Israel.

Dengan persaingan yang masih ketat dan belum adanya blok yang mencapai mayoritas, arah politik Israel setelah pemilu 2026 masih menunggu hasil penghitungan resmi serta perkembangan negosiasi antarkekuatan politik.


Berita Terkait


News Update