Arief lalu melanjutkan karier dengan bekerja di berbagai lembaga penelitian. Ia juga tercatat pernah mengikuti Executive Development Programme dan membangun karier di Bank Nusa International pada 1994-1999.
Ia bahkan pernah menduduki posisi Manager - Retail Banking & UKM Group.
Perjalanan Arief di PNM dimulai pada 1999. Saat itu, ia menempati posisi sebagai Account Officer Lapangan. Di sana, ia mulai membangun karier nya perlahan-lahan dan mempelajari banyak hal yang turut berperan dalam membantunya menduduki sejumlah jabatan strategis.
Baca Juga: Kementerian PKP Catatkan Pencapaian 70,9 Persen Bedah Rumah Tidak Layak Huni
Pada 2013, Arief dipercaya menduduki jabatan sebagai Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha & Riset. Lalu, pada 2015, ia ditunjuk menjadi posisi Executive Vice President.
Kariernya di PNM semakin melambung. Dua tahun kemudian, ia diangkat menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha. Masih di tahun yang sama, ia ditunjuk menjadi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Puncak kariernya berlangsung saat ia diangkat sebagai Direktur Utama PNM pada 13 Februari 2018 untuk periode 2018-2022 oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.
Jabatan tersebut berlanjut saat Menteri BUMN Erick Thohir kembali menunjuknya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PNM pada 18 April 2022. Ia pun kembali memimpin BUMN tersebut untuk periode 2022-2026.
