Pembagian kontribusi anggaran dapat didasarkan pada pola perjalanan penumpang, manfaat ekonomi antarwilayah, serta kemampuan fiskal masing-masing daerah.
Kerja sama lintas batas ini juga diharapkan mencakup standarisasi halte dan armada feeder agar perjalanan warga komuter menjadi efisien dan terpadu.
"Keberhasilan transportasi bukan sekadar peringkat, melainkan kemampuan warga bepergian aman, tepat waktu, dan terjangkau," ucapnya.
