Hampir 10 Tahun Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SDN Banjarwangi Pandeglang Belajar di Musala dan Perpustakaan

Selasa 20 Okt 2026, 21:42 WIB
Para siswa SDN Banjarwangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat belajar di lantai. (Sumber: Dok. Istimewa)
Para siswa SDN Banjarwangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat belajar di lantai. (Sumber: Dok. Istimewa)

Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya mengajukan revitalisasi untuk 12 ruang kelas, tetapi hanya enam ruang yang disetujui. Selain kekurangan ruang kelas, sejumlah bangunan yang ada mulai mengalami kerusakan.

"Revitalisasi dapat enam kelas, pengajuan 12 kelas, yang di-ACC enam. Bangunan yang ada sekarang juga sudah mulai rusak, ruang untuk guru juga terbatas," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah masih membutuhkan tambahan ruang kelas serta perbaikan sarana dan prasarana agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan layak bagi para siswa.

"Kami harap pemerintah dapat menambah lagi pembangunan ruang kelas, karena di sini masih kekurangan," harapnya.

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dindikpora Pandeglang, Rifa'i telah melakukan asesmen ke SDN Banjarwangi. Dalam asesmen itu, pihaknya mengakui bahwa SDN Banjarwangi kekurangan tiga ruang kelas.

"Yang pertama untuk Banjarwangi kemarin Alhamdulillah saya dapat info dari (detikcom) langsung kunjungan ke sekolah. Memang dari awal itu kaitan jumlah Rombel (rombongan belajar) di Banjarwangi kekurangan ruang tiga kelas," katanya.

Rifa'i mengatakan meski SDN Banjarwangi sudah mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat, namun belum bisa menyelesaikan persoalan yang ada.

Menurutnya, SDN Banjarwangi hanya mendapatkan bantuan 6 ruang kelas, sehingga siswa terpaksa belajar di Musala dan Perpustakaan.

"Kebutuhan ruang kelas ada tiga kelas, sementara kegiatan tersebut sedang mengalami dilakukan revitalisasi, cuman revitalisasi tidak tuntas seluruh ruang kelas, hanya ada 6 ruang kelas yang terintervensi," ujar dia.

Ia memastikan penanganan terhadap Perpustakaan yang mengalami kerusakan cukup parah akan dilakukan. Pembangunan itu rencana dilakukan pada tahun depan.

"Yang mengkhawatirkan yang belum terintervensi ruang Perpustakaan dan Musala. Kami coba nanti petakan di awal tahun anggaran baru karena kami melihat urgent perlu kita dorong diperbaiki untuk ruangan Perpustakaan," ucapnya.

Terkait ruang kelas baru (RKB), ia berencana membuat skema membangun kelas dengan struktur bangunan lantai dua. Namun rencana itu masih melihat potensi anggaran yang tersedia dari APBD Pandeglang.


Berita Terkait


News Update