Dua Tahun Prabowo Memimpin, Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5,49 Juta Tenaga Kerja

Selasa 20 Okt 2026, 20:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 atau May Day di kawasan Monas, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 atau May Day di kawasan Monas, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Dok. Sekretariat Presiden)

POSKOTA.CO.ID - Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun pada periode Oktober 2024 hingga September 2026. Capaian tersebut mencakup 30,1% dari kebutuhan investasi nasional periode 2025–2029 yang ditargetkan sebesar Rp13.032,8 triliun.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, investasi tersebut turut menyerap 5.485.944 tenaga kerja. Sebarannya juga mulai menunjukkan pemerataan, dengan 51,8% investasi berada di luar Jawa dan 48,2% di Pulau Jawa.

Melansir dari website Komdigi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, investasi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pembangunan di berbagai daerah.

Dari sisi sumber modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9%. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1%.

Baca Juga: Izara Aishah Siapa? Ini Sosok Menantu Siti Nurhaliza yang Sindir Lesti Kejora

Realisasi Investasi Januari–September 2026 Tumbuh 7,3%

Sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.539,2 triliun. Angka ini meningkat 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memenuhi 75,4% dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Investasi tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja Indonesia. PMA menyumbang Rp777,8 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp761,4 triliun.

Investasi di luar Jawa masih unggul dengan nilai Rp779,4 triliun atau 50,6% dari total realisasi. Adapun investasi di Jawa mencapai Rp759,8 triliun atau 49,4%.

Rosan menegaskan bahwa pemerintah perlu terus memperbaiki iklim investasi agar modal yang masuk memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian.

“Karena memang yang kita inginkan dari investasi dan hilirisasi yang masuk adalah ujungnya industrialisasi,” ujar Rosan.

Lima Provinsi dengan Investasi Terbesar

Berdasarkan data BKPM, berikut lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar selama Januari–September 2026:


Berita Terkait


News Update