Bertemu Panglima TNI, Kapolri Suyudi Ario Seto Soroti Vape Narkoba dan Tambang Ilegal

Senin 19 Okt 2026, 16:23 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kiri) menemui Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kana) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 19 September 2026. (Sumber: Mabes Polri)
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kiri) menemui Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kana) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 19 September 2026. (Sumber: Mabes Polri)

POSKOTA.CO.ID - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menemui Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 19 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk menghadapi peredaran narkoba, pertambangan ilegal, dan kejahatan lintas negara.

Dalam pertemuan itu, Suyudi menekankan pentingnya soliditas kedua institusi untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Menurutnya, hubungan TNI dan Polri sebagai keluarga besar harus diwujudkan melalui koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga: Suyudi Ario Seto Calon Pengganti Listyo Sigit, Komisi III DPR Gelar Uji Kelayakan

“Kita ini merupakan keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Karena itu, soliditas dan sinergi TNI-Polri harus terus dipelihara, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Suyudi dalam keterangannya, Senin, 19 Oktober 2026.

Suyudi menyoroti perkembangan modus peredaran narkotika, termasuk pemanfaatan rokok elektrik atau vape untuk mengedarkan narkotika cair melalui berbagai jalur penyelundupan.

Karena itu, ia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan, penguatan koordinasi antarlembaga, serta penegakan hukum yang tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk oknum yang melindungi jaringan peredaran narkoba.

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam pemberantasannya. Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” tegas Suyudi.

Baca Juga: Mertua Kepala BNN Baru Irjen Pol Suyudi Ario Seto Siapa? Kenali Sosok yang Pernah Sama Duduki Posisinya

Selain pemberantasan narkotika, Suyudi menyoroti penanganan pertambangan ilegal melalui pembentukan satuan tugas (satgas) terpadu TNI-Polri untuk menindak aktivitas tanpa izin sekaligus melindungi kekayaan alam Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya penindakan terhadap praktik premanisme dan pemalakan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu aktivitas perekonomian.

"Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga dapat menghambat kegiatan ekonomi," kata Suyudi.

Selain itu, kata Suyudi, perkembangan teknologi turut memunculkan tantangan baru dalam penegakan hukum, terutama serangan siber dan penyalahgunaan identitas digital.

Baca Juga: Anak dan Istri Suyudi Ario Seto Siapa? Eks Kapolda Banten yang Disebut Gantikan Marthinus Hukom sebagai Kepala BNN

Penguatan kemampuan keamanan siber serta pengembangan sistem identitas digital yang terverifikasi dinilai menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat.

“Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan. Penguatan keamanan siber dan sistem identitas digital menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” lanjut Suyudi.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antara TNI-Polri untuk memperkuat sinergi dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengingatkan perlunya mengantisipasi dinamika strategis global serta berbagai potensi gangguan keamanan di dalam negeri.

Baca Juga: Kombes Suyudi Resmi Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya

"Selain menjaga stabilitas, TNI dan Polri diharapkan terus mendukung program pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional," beber Agus.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Inspektur Jenderal Angkatan Darat Letjen TNI Erwin Djatniko, serta jajaran pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri.

Melalui pertemuan tersebut, koordinasi TNI-Polri diharapkan semakin kuat dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Sinergi kedua institusi juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.


Berita Terkait


News Update