Ia juga menekankan pentingnya penindakan terhadap praktik premanisme dan pemalakan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu aktivitas perekonomian.
"Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga dapat menghambat kegiatan ekonomi," kata Suyudi.
Selain itu, kata Suyudi, perkembangan teknologi turut memunculkan tantangan baru dalam penegakan hukum, terutama serangan siber dan penyalahgunaan identitas digital.
Penguatan kemampuan keamanan siber serta pengembangan sistem identitas digital yang terverifikasi dinilai menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat.
“Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan. Penguatan keamanan siber dan sistem identitas digital menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” lanjut Suyudi.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antara TNI-Polri untuk memperkuat sinergi dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengingatkan perlunya mengantisipasi dinamika strategis global serta berbagai potensi gangguan keamanan di dalam negeri.
Baca Juga: Kombes Suyudi Resmi Jabat Direskrimum Polda Metro Jaya
"Selain menjaga stabilitas, TNI dan Polri diharapkan terus mendukung program pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional," beber Agus.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Inspektur Jenderal Angkatan Darat Letjen TNI Erwin Djatniko, serta jajaran pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri.
Melalui pertemuan tersebut, koordinasi TNI-Polri diharapkan semakin kuat dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Sinergi kedua institusi juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
