JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPD RI DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak boleh berhenti pada penyediaan fasilitas gratis dan asrama semata.
Menurutnya, program ini harus mampu menjadi jembatan mobilitas sosial guna memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di ibu kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Senator Jakarta itu saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jakarta Pusat bertema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani” di Auditorium Graha Wicaksana, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Pejompongan, Sabtu, 17 Oktober 2026. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah.
Fahira memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menggratiskan pendidikan berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Tekan Risiko Kabut Asap di Aceh, DPD RI Desak Pemerintah Prioritaskan Kelompok Rentan
Meski demikian, ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan program ini jauh melebihi capaian akademik.
"Setiap anak berhak memiliki mimpi besar, dan kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghambat. Sekolah Rakyat harus mengasah karakter, kemandirian, hingga kesehatan mental anak agar mereka siap bersaing," ujar Fahira.
Mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama, Fahira mengingatkan pentingnya lingkungan pengasuhan yang aman, ramah mental, serta tetap menjaga ikatan komunikasi dengan orang tua.
Selain itu, intervensi pendidikan ini harus dibarengi dengan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga siswa di rumah.
Baca Juga: Asap Karhutla Ancam Jakarta, Pakar UI Minta Pemprov Waspada dan Tekankan Pentingnya Data PM2.5
Ia juga mendorong adanya kepastian jalur kelanjutan bagi para lulusan, baik menuju perguruan tinggi, pendidikan vokasi, pelatihan kerja, maupun kewirausahaan.
