“Jangan bercanda, kita lagi ngobrolin yang serius, soal perjuangan dan pengorbanan meraih keberhasilan,” protes Heri.
“Warisan boleh juga, asal yang diwariskan adalah nilai – nilai kejuangan dan pengorbanan dalam membangun bangsa dan negara. Perjuangan tiada henti menyejahterakan rakyat Indonesia, terlebih dari keteladanan para elite dan pejabat negeri kita ini,” ujar mas Bro.
“Menjadi pejabat atau wakil rakyat harus berani berkorban. Mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, di atas kepentingan pribadi dan keluarganya. Kesadaran ini harus tumbuh sejak awal mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau wakil rakyat,” kata Heri.
“Setuju. Jika ogah berjuang dan berkorban untuk rakyat, tak perlu menjadi pejabat. Mencalonkan diri sebagai pejabat baik eksekutif maupun legislatif berarti siap berkorban untuk rakyat. Bukan sebaliknya menggunakan kekuasaan dan jabatannya untuk kepentingan keluarga dan kerabat,” kata Yudi.
“Jika setiap pemimpin sudah menerapkan filosofi Jer basuki mawa beya, diharapkan praktik korupsi dan transaksi politik uang tiada lagi. Karena tadi, ada kesadaran mengutamakan perjuangan dan pengorbanan untuk meraih keberhasilan,” urai mas Bro.
