POSKOTA.CO.ID - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai memberikan dampak krisis kesehatan lintas batas negara.
Warga di negara tetangga, khususnya Malaysia, meluapkan keluhan mereka terkait memburuknya kualitas udara dan meningkatnya kepekatan kabut asap melalui platform media sosial Threads.
Fenomena ini memicu perhatian publik setelah asap dan debu dari Indonesia dilaporkan memicu gangguan pernapasan kronis hingga berdampak pada banyak pihak di Malaysia. Keluhan dari warga asing tersebut mendadak viral hingga memancing berbagai respons empati dan permohonan maaf dari netizen Indonesia.
Cuplikan Utas Netizen Negara Asing yang Terkena Dampak Karhutla
Sejumlah keluhan mendalam diunggah oleh pengguna media sosial Threads asal Malaysia yang merasakan langsung dampak buruk dari sebaran kabut asap karhutla. Beberapa netizen membagikan momen saat masyarakat termasuk anak-anak mendapatkan perawatan alat bantu pernapasan (nebulizer) akibat polusi udara yang kian pekat.
“Indonesia, kamu adalah tetangga terburuk,” tulis akun Threads @j***_***an sambil menyertakan video seorang anak yang tengah mendapat bantuan pernapasan, dikutip Poskota pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Parah, Warga Malaysia Geruduk KBRI Kuala Lumpur soal Karhutla Indonesia
Dampak jerubu tersebut dilaporkan tidak hanya mengganggu aktivitas warga sehat, tetapi juga memperburuk kondisi penderita penyakit bawaan seperti asma hingga memicu pneumonia pada hewan peliharaan. Sejumlah warga Malaysia meluapkan kekecewaannya lantaran paparan asap kiriman ini terjadi secara berulang dan mengancam fungsi paru-paru mereka.
“Setelah bertahun-tahun asma terkontrol, sekarang saya terbangun dengan suara mengi. Saya sedih karena selama ini sudah selalu berusaha untuk menjaga fungsi paru-paru saya,” tulis akun Threads @h*********r, dikutip Poskota pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Netizen Indonesia Minta Maaf dan Turut Suarakan Penderitaan Serupa
Unggahan kekecewaan dari warga Malaysia tersebut direspons secara terbuka oleh masyarakat Indonesia di platform Threads. Banyak netizen menyampaikan permohonan maaf mendalam sekaligus menegaskan bahwa masyarakat domestik di wilayah terdampak, seperti di Kalimantan dan Riau juga menjadi korban atas kelalaian penanganan karhutla.
“Kami sangat, sangat meminta maaf. Kami berusaha semampu kami untuk menghentikan kabut asap ini dan kami meminta maaf jika gagal. Saya berharap Anda dan keluarga tetap aman,” tulis akun Threads @j*********a merespons utas tersebut, dikutip Poskota pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter
Di samping permohonan maaf, sebagian netizen Indonesia juga menyuarakan kekecewaan mereka terhadap lambatnya respons pemerintah dalam memadamkan titik api. Mereka berharap desakan dari masyarakat internasional dapat membuka mata pemerintah untuk menangani krisis karhutla secara lebih serius.
“Bantu kami menyuarakan ini ke dunia, karena pemerintah kami buta dan tuli,” tulis akun Threads @u*******z yang mengaku sudah 13 kali menggunakan nebulizer dalam lima hari terakhir akibat asap karhutla di Riau, dikutip Poskota pada Selasa, 13 Oktober 2026. (M7)
