Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak melewatkan kesempatan sahur apabila memungkinkan.
4. Menahan Diri dari Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Setelah terbit fajar, orang yang berpuasa wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam.
Di antaranya adalah makan, minum, dan hubungan suami istri pada siang hari.
Selain menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, umat Islam dianjurkan mengendalikan ucapan dan perilaku.
Menghindari pertengkaran, perkataan buruk, serta tindakan yang merugikan orang lain dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas ibadah.
Puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan dahaga. Ibadah ini juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selama menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam tetap dapat bekerja, belajar, dan melakukan aktivitas lainnya sesuai kemampuan.
Kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh tanpa mengabaikan kewajiban yang harus dipenuhi.
5. Memperbanyak Ibadah dan Amalan Baik
Puasa Ayyamul Bidh dapat diisi dengan berbagai amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Selain menjalankan puasa, umat Islam dapat memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, serta melaksanakan salat sunnah.
Amalan tersebut tidak harus dilakukan dalam jumlah tertentu di luar ketentuan yang berlaku. Umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kemampuan dan kesempatan masing-masing.
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, membantu orang lain, dan menghindari perilaku yang merugikan sesama juga dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri selama menjalankan ibadah.
