Ia berharap jangkauan kegiatan tidak berhenti pada Situbondo dan Serang, tetapi berkembang dengan melibatkan kabupaten/kota serta desa-desa lain di sepanjang jalur bersejarah tersebut. Kemendes PDT, lanjutnya, siap mendukung pengembangan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra.
Situbondo Dorong Sejarah Menjadi Penggerak Ekonomi
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, inisiatif Anyer–Panarukan 3R berangkat dari pentingnya menghubungkan warisan sejarah dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Jalan Raya Pos bukan hanya bagian dari perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga jalur aktivitas ekonomi yang menjadi tumpuan kehidupan banyak warga.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Suara soal Isu Pajak Jalan Tol, Tegaskan Belum Ada Keputusan
“Tidak hanya sebagai Anyer–Panarukan sebagai eksistensi sejarah, tapi bagaimana masa depan itu juga dijaga. Jalan Anyer–Panarukan itu tumbuh dengan UMKM. Banyak pedagang, kehidupan ekonomi bisnis tumbuh di sana,” ujar Rio.
Menurutnya, pengembangan koridor Anyer–Panarukan perlu memperhatikan perubahan pola perjalanan dan persaingan dengan keberadaan Tol Trans Jawa.
Jalur lama tetap memiliki peran penting bagi masyarakat, perdagangan, distribusi produk, dan aktivitas ekonomi lokal.
Karena itu, Rio menekankan perlunya upaya bersama untuk menyiapkan daya tarik dan peluang usaha di sepanjang jalur tersebut. Pengembangan destinasi wisata, pusat kuliner, produk UMKM, serta potensi sejarah dan budaya diharapkan dapat memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jalan Tol untuk Landasan Pesawat Tempur
“Meskipun sudah ada tol sekarang, tapi saya yakin banyak pengguna jalan yang, apalagi Situbondo itu orang mau ke Bali pasti lewat jalan Anyer–Panarukan. Jadi, kita siapkan, tumbuh kembangnya ekonomi bisnis di sepanjang jalan itu,” jelasnya.
Bagi Situbondo, Panarukan menjadi salah satu simpul penting dalam narasi Jalan Raya Pos. Melalui program ini, Situbondo ingin memperkenalkan kekayaan sejarah dan potensi daerahnya sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, agar wilayah yang selama ini dikenal sebagai jalur lintasan juga berkembang menjadi tujuan wisata, budaya, dan ekonomi.
Serang Melihat Peluang Penguatan UMKM dan Pariwisata
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa konsep Route dalam Anyer–Panarukan 3R dapat menjadi pintu untuk menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
