Keterhubungan tersebut membuka peluang bagi sejarah dan kebudayaan untuk menjadi bagian dari pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif.
Sebagai tindak lanjut, program Anyer–Panarukan 3R diarahkan untuk membangun basis data dan dokumentasi potensi di sepanjang jalur Jalan Raya Pos.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah ekspedisi penelusuran Anyer–Panarukan untuk memetakan kondisi jalur, situs bersejarah, cerita masyarakat, potensi wisata, produk UMKM, serta peluang kerja sama antardaerah.
Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar untuk menyusun program yang lebih terarah, mulai dari pengembangan destinasi dan paket wisata, promosi budaya, penguatan jejaring pelaku UMKM, hingga kolaborasi antardesa dalam pemasaran produk unggulan.
Program ini juga membuka ruang keterlibatan generasi muda melalui dokumentasi digital, produksi konten sejarah, kompetisi video, festival budaya, serta berbagai bentuk penceritaan kreatif yang relevan dengan perkembangan media saat ini.
Anyer–Panarukan 3R mengusung tiga gagasan utama: Road, yaitu Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah sekaligus penghubung antardaerah; Route, yakni pengembangan koridor perjalanan, perdagangan, dan destinasi wisata; serta Roots, yaitu penggalian dan penguatan akar sejarah, budaya, identitas, dan kearifan lokal masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat, program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang menghubungkan pelestarian sejarah dengan peluang pembangunan yang nyata.
Inisiatif ini merupakan upaya menempatkan Panarukan dalam narasi sejarah nasional sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, Anyer–Panarukan diharapkan bukan hanya dikenang sebagai jalur bersejarah, tetapi juga dikembangkan sebagai koridor budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
“Kita tidak sedang menghidupkan kembali sebuah jalan. Kita sedang menghidupkan kembali cerita tentang perjalanan bangsa. Anyer Panarukan 3R, Road, Route, dan Roots. Dari Anyer ke Panarukan — 1.000 KM untuk Indonesia,” Tegas Rio.
