Efek Telur Mentah untuk Bayi Baru Lahir Apa? Jadi Sorotan karena Kisah Alena di Surabaya

Minggu 11 Okt 2026, 18:28 WIB
Efek telur mentah untuk bayi menjadi perbincangan setelah kabar Alena di Surabaya viral. (Sumber: Magnific/azerbaijan_stockers)
Efek telur mentah untuk bayi menjadi perbincangan setelah kabar Alena di Surabaya viral. (Sumber: Magnific/azerbaijan_stockers)

Pada usia 24 hari, bayi masih termasuk neonatus atau bayi baru lahir.

Pada tahap ini, sistem pencernaan dan kekebalan tubuh masih mengalami perkembangan sehingga pemenuhan nutrisi harus mengikuti rekomendasi kesehatan bayi.

ASI eksklusif dianjurkan selama enam bulan pertama kehidupan. Apabila ASI tidak dapat diberikan atau terdapat kondisi medis tertentu, penggunaan susu formula yang sesuai harus mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Makanan pendamping ASI pada umumnya baru mulai diberikan ketika bayi berusia sekitar enam bulan, dengan memperhatikan kesiapan perkembangan dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Karena itu, pemberian telur mentah kepada bayi berusia kurang dari satu bulan tidak sesuai dengan anjuran pemberian makan bayi.

Telur maupun makanan lain tidak boleh diberikan sebagai pengganti ASI atau susu formula pada usia tersebut.

Keluarga juga perlu berhati-hati terhadap kebiasaan turun-temurun yang belum memiliki dasar medis.

Saran dari orang yang lebih tua dapat menjadi bagian dari pengalaman keluarga, tetapi keputusan terkait kesehatan bayi tetap harus mempertimbangkan bukti medis dan kondisi anak.

6. Telur Matang Pun Bukan untuk Bayi Berusia 24 Hari

Telur yang dimasak hingga matang memiliki risiko kontaminasi bakteri yang lebih rendah dibandingkan telur mentah.

Namun, hal tersebut tidak berarti telur matang boleh langsung diberikan kepada bayi baru lahir.

Persoalan utamanya bukan hanya cara pengolahan, melainkan juga usia dan kesiapan bayi untuk menerima makanan.

Pada usia 24 hari, kebutuhan nutrisi bayi tetap dipenuhi melalui ASI atau susu formula yang sesuai.


Berita Terkait


News Update