Pada bayi baru lahir, kehilangan cairan dalam jumlah relatif kecil sekalipun dapat berkembang menjadi masalah serius karena cadangan cairan tubuhnya masih terbatas.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa anak berusia di bawah lima tahun lebih rentan mengalami penyakit bawaan makanan.
Keracunan makanan pada kelompok ini dapat berbahaya karena berpotensi menimbulkan diare dan dehidrasi.
Risiko tersebut menjadi alasan penting mengapa bayi tidak boleh diberikan telur mentah sebagai makanan tambahan.
Jika bayi mengalami diare, muntah, kesulitan menyusu, buang air kecil berkurang, atau tampak sangat lemas, orang tua perlu segera mencari bantuan medis.
Jangan memberikan obat antidiare, ramuan tradisional, atau bahan makanan tertentu tanpa arahan tenaga kesehatan.
3. Infeksi Dapat Berkembang Menjadi Kondisi Serius
Pada sebagian orang, infeksi Salmonella dapat membaik tanpa komplikasi.
Namun, pada bayi dan kelompok dengan daya tahan tubuh yang belum optimal atau terganggu, infeksi berpotensi menimbulkan penyakit yang lebih berat.
Dalam kasus tertentu, bakteri dapat menyebar keluar dari saluran pencernaan dan memasuki aliran darah.
Kondisi itu sendiri dapat menyebabkan infeksi invasif yang membutuhkan perawatan medis intensif.
WHO menyebutkan, infeksi Salmonella dapat mengancam jiwa dalam kasus tertentu, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Namun, risiko tersebut tidak berarti setiap bayi yang terpapar telur mentah pasti mengalami infeksi berat.
