Sashfir Orang Mana dan Siapa Suaminya? Viral Buka Suara soal Pelecehan Seksual di Restoran Senopati

Kamis 08 Okt 2026, 08:31 WIB
Influencer Sashfir atau Fira Assegaf yang tengah menjadi sorotan setelah mengungkap pengalaman menjadi korban pelecehan seksual. (Sumber: Instagram/@sashfir)
Influencer Sashfir atau Fira Assegaf yang tengah menjadi sorotan setelah mengungkap pengalaman menjadi korban pelecehan seksual. (Sumber: Instagram/@sashfir)

POSKOTA.CO.ID - Influencer Sashfir, mengungkapkan pengalamannya soal dugaan pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam atau voyeurism di toilet perempuan restoran di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.

Pengakuan tersebut disampaikan Sashfir melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada April 2026 dan selama beberapa bulan memilih memendam pengalaman yang disebut telah meninggalkan trauma mendalam.

Sashfir kemudian memutuskan untuk menceritakan pengalaman tersebut kepada publik.

Keputusan itu, kata dia, diambil setelah dirinya merasa lebih siap untuk bersuara sekaligus memberikan dukungan kepada perempuan lain yang mungkin pernah mengalami kejadian serupa.

"Hi semuanya, aku Sashfir..

Selama beberapa bulan terakhir, aku memendam sesuatu yang mengubah hidupku. Pada bulan April lalu, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk bersuara.

Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan. Sebagai seorang suami dan ayah, ia seharusnya memahami betapa pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan. Namun, ia justru melakukan tindakan tersebut terhadap perempuan lain.

Kejadian ini meninggalkan trauma yang dalam. Namun, aku memilih untuk bersuara karena aku percaya tidak seharusnya ada korban yang merasa harus menghadapi pengalaman seperti ini seorang diri. Coba bayangkan, berapa banyak korban lain yang memendam semuanya karena tidak memiliki ruang yang aman untuk bercerita, atau karena suara mereka kerap tidak dipercaya dan disepelekan.

Aku menceritakan semua ini agar tidak ada lagi korban yang merasa sendirian, dan agar kita semua bisa lebih waspada serta berani menuntut keadilan atas tindakan seperti yang menimpaku.

Saat ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib. Aku berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada lagi korban selanjutnya. Aku juga ingin mengapresiasi pihak restoran yang sudah kooperatif dan turut menindak pegawainya karena menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah. Semoga langkah mereka menjadi contoh bahwa kasus seperti ini merupakan persoalan yang serius.


Berita Terkait


News Update