Artinya, seseorang yang membeli emas 1 gram seharga Rp2.592.000 lalu langsung menjualnya kembali dengan harga buyback tersebut akan menerima Rp2.401.000, sebelum memperhitungkan biaya atau ketentuan transaksi lainnya.
Dengan demikian, terdapat selisih Rp191.000 per gram yang harus ditutup oleh kenaikan harga emas sebelum transaksi menghasilkan keuntungan berdasarkan perbandingan harga tersebut.
Mengapa Selisih Harga Emas Perlu Diperhatikan?
Dalam investasi emas batangan, selisih antara harga beli dan harga buyback dikenal sebagai spread. Selisih ini menjadi salah satu faktor yang menentukan kapan investor mulai memperoleh keuntungan.
Jika harga emas hanya naik sedikit setelah pembelian, kenaikan tersebut belum tentu cukup untuk menutup spread. Sebaliknya, kenaikan harga dalam jangka panjang berpotensi memberikan keuntungan apabila nilainya melampaui selisih harga dan biaya terkait.
Karena itu, emas batangan umumnya lebih sesuai dipertimbangkan sebagai instrumen investasi jangka panjang daripada sarana mencari keuntungan dalam hitungan hari. Meski demikian, hasil investasi tetap bergantung pada pergerakan harga dan waktu transaksi.
Simulasi Untung Rugi Investasi Emas Antam
Dengan menggunakan harga buyback Rp2.401.000 per gram pada 10 Oktober 2026, berikut ilustrasi hasil investasi berdasarkan harga pembelian pada tanggal tertentu.
Tanggal pembelian
Harga beli per gram
Untung/rugi
3 Oktober 2026
Rp2.574.000
-6,72%
