Kemarau Panjang Pangkas Debit Air Baku 23 Persen, 12 Ribu Pelanggan Tirta Raharja Terancam Digilir

Jumat 09 Okt 2026, 16:57 WIB
Petugas Perumda Air Minum Tirta Raharja membagikan air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah di Bandung Raya. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Petugas Perumda Air Minum Tirta Raharja membagikan air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah di Bandung Raya. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

CIMAHI, POSKOTA.CO.ID - Dampak musim kemarau panjang mulai mengancam ketersediaan air bersih di wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi.

Perumda Air Minum Tirta Raharja mencatat penurunan debit air baku rata-rata mencapai 23 persen dari kapasitas normal akibat minimnya curah hujan sejak Juli 2026.

Penurunan pasokan ini berpotensi memicu penyesuaian jadwal pengaliran air bagi 12.907 Sambungan Rumah (SR) dari total 122.532 pelanggan yang tersebar di tujuh wilayah pelayanan.

"Berdasarkan pemantauan hingga September 2026, debit air baku mengalami penurunan rata-rata sekitar 23 persen, dengan fluktuasi antara 15 hingga 28 persen, bergantung pada kondisi masing-masing sumber air," kata Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Dhani Lukman, Jumat, 9 Oktober 2026.

Baca Juga: 300 Hektare Lahan Pertanian Kekeringan di Pandeglang, DPKP Petakan Wilayah Prioritas

7 Wilayah Kena Dampak Giliran Air

Tujuh wilayah pelayanan yang terdampak rekayasa jaringan pengaliran giliran ini meliputi Soreang, Margaasih, Banjaran, Baleendah, Cileunyi, Cimahi, dan Cisarua.

Guna mengantisipasi krisis air di pemukiman berketinggian tinggi, Tirta Raharja menyiagakan empat unit armada mobil tangki serta menempatkan 24 unit tandon air berkapasitas 2.000 liter.

Sepanjang Juli hingga September 2026, Tirta Raharja tercatat telah mendistribusikan sebanyak 2,91 juta liter air bersih darurat kepada warga terdampak kekeringan.

"Pengaturan distribusi dilakukan secara bergilir, khususnya pada wilayah yang berada di lokasi lebih tinggi atau relatif jauh dari sumber air. Langkah ini untuk menjaga pemerataan distribusi dengan mempertimbangkan debit dan kapasitas produksi yang tersedia," ujarnya.

Bentuk Satgas Darurat Kekeringan

Tirta Raharja telah membentuk Satuan Tugas Kesiapsiagaan Darurat Kekeringan untuk mempercepat respons aduan serta memperkuat koordinasi bersama Pemkab Bandung, Pemkot Cimahi, dan BPBD.

Pelanggan dapat menyampaikan keluhan terkait gangguan pengaliran air melalui aplikasi TiraQu, contact center, maupun kantor pelayanan terdekat.


Berita Terkait


News Update