LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatatkan, 372.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak pada periode Juli-13 Agustus 2026.
Air bersih tersebut telah didistribusikan ke 15 kecamatan dan 40 desa, dengan total penerima manfaat mencapai 12.149 Kepala Keluarga (KK) atau 44.400 jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Suhada menjelaskan, pasokan air disalurkan secara bertahap merespons permohonan dari area yang mengalami krisis air.
"Data BPBD Lebak per 14 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB menunjukkan, total kebutuhan yang diusulkan dari berbagai wilayah mencapai 677.705 liter, dengan sasaran 14.911 KK atau 59.657 jiwa," kata Suhada, Jumat, 21 Agustus 2026.
Jika dibandingkan dengan total usulan, realisasi pasokan air bersih baru menyentuh angka 54,9 persen. Meskipun cakupan penerima sudah menjangkau 81,5 persen KK, masih ada kesenjangan besar antara tingginya permintaan warga dan ketersediaan pasokan logistik.
Sejumlah wilayah hingga kini masih harus mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih, di antaranya:
- Kecamatan Warunggunung: Desa Pasirtangkil, Sukarendah, dan Sukaraja.
- Kecamatan Leuwidamar: Desa Lebak Parahiang, Cibungur, dan Cisimeut.
- Kecamatan Rangkasbitung: Desa Rangkasbitung Barat (usulan 12.000 liter untuk 50 KK/200 jiwa).
- Wilayah Lain: Desa Cempaka & Cibarani (Cirinten), Desa Siturugen (Panggarangan), serta Desa Cihara (Cihara).
Sebaran Kebutuhan di Wilayah Terdampak Parah
Kebutuhan air bersih terbilang sangat tinggi di beberapa titik lokasi penanganan, di antaranya:
- Kecamatan Sajira: Mengusulkan 146.400 liter untuk 2.810 KK (9.869 jiwa). Realisasi baru mencapai 78.000 liter bagi 1.960 KK.
- Kecamatan Cilograng: Mengusulkan 112.305 liter untuk 2.414 KK (7.487 jiwa), dengan realisasi baru 24.000 liter.
- Kecamatan Warunggunung: Mengusulkan 95.000 liter untuk 1.729 KK (8.172 jiwa), dengan realisasi 82.000 liter bagi 1.190 KK.
Sinergi Lintas Lembaga dalam Tanggap Darurat
Proses distribusi mengandalkan armada tangki berkapasitas 6.000 liter per ritase, dibantu lintas instansi seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian (C3).
Upaya tanggap darurat ini menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar harian. Mengingat musim kering yang masih berlangsung, penyaluran air bersih secara berkelanjutan terus digenjot untuk menambal selisih pasokan yang belum terpenuhi.
