POSKOTA.CO.ID - “Kemanggulan TNI dengan rakyat sudah melebur dalam jiwa dan raga yang terimplementasi dalam gerak langkah sehari – hari, melalui hati, pikiran, ucapan dan perbuatan. Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus menyatu padu, itulah dwitunggal tak pernah tanggal ” - Harmoko -
Bentuk ancaman terhadap negara telah berubah dari konfrontasi fisik menjadi multi-domain warfare yang melibatkan ruang siber, angkasa, ekonomi, dan informasi.
Acap dikatakan pula definisi ancaman nasional telah bergeser, tidak saja ancaman militer dari negara lain, tetapi juga ancaman nonmiliter.
Perang tidak langsung yang dikenal dengan istilah "proxy war" sebagai upaya pelemahan ketahanan negara perlu lebih dicermati karena bagian dari yang disebut ancaman kekinian..
Kita tahu, dalam "proxy war" tidak terlihat siapa kawan dan siapa lawan. Dikendalikan oleh kekuatan besar. Tidak menggunakan kekuatan militer, tapi melalui berbagai aspek kehidupan. Bisa melalui politik, ekonomi, sosial budaya dan hukum.
Baca Juga: Kopi Pagi: Menelisik Rangkap Jabatan Politik
Juga menggejalanya upaya pelemahan keamanan negara melalui akses terbuka dengan memanfaatkan jejaring information and communication technologi (ICT) yang juga sering disebut "cyber war".
Kewaspadaan terhadap "cyber war" yang dampaknya lebih buruk bagi generasi muda, karena merekalah pengguna terbesar jejaring internet di Indonesia, harus terus ditingkatkan.
Itulah sebabnya, tantangan utama TNI hari ini dan ke depan bukan lagi semata menjaga garis batas, melainkan mengamankan eksistensi bangsa di tengah dunia tanpa sekat, sebagaimana telaah para ahli.
Institusi dituntut semakin adaptif dan responsif kian pentingnya mitigasi terhadap ancaman siber yang berpotensi merusak atau melumpuhkan akses kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk infrastruktur digital milik militer.
Baca Juga: Kopi Pagi: Mengisi Kemerdekaan Tiada Akhir
Transformasi digital pertahanan yang semakin kokoh dan kuat, bukan tuntutan, melainkan kebutuhan guna menangkal serangan nir-militer berskala besar di ruang siber.
Itulah perlu mencetak pemimpin masa depan yang adaptif,berwawasan luas, dekat dengan rakyat, dan mampu menjadi motor perubahan di kesatuan masing – masing. utamanya terkait pergeseran tantangan dan ancaman.
Tak kalah pentingnya, menghadapi karakteristik ancaman dan "perang" seperti demikian, harus dihadapi dengan cara kian menguatkan kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi semakin relevan dan kontekstual.
Sudah terbukti selama 81 tahun TNI bersama rakyat makin kuat. Sudah teruji sudah selama 81 tahun TNI mampu melaksanakan tugasnya menjaga segenap tumpah darah persatuan dan kesatuan itu bersama-sama dengan rakyat.
Baca Juga: Kopi Pagi: Negara dan Ekonomi yang Adil
Doktrin ini sekaligus membuktikan bahwa TNI tidak pernah bergeser dari jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.
Peringatan HUT ke-81 TNI pada tahun 2026 ini dengan mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kian menegaskan bahwa kemanggulan dan kebersamaan yang erat antara TNI dan masyarakat bukan sebatas retorika, tetapi telah nyata adanya sejak kelahirannya.
Tema ini juga kian menunjukkan semangat pengabdian TNI bersama masyarakat dalam menjaga kedaulatan serta kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara.
Kita tahu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto tiada henti selalu mengingatkan seluruh jajarannya untuk terus memelihara dan meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat.
Baca Juga: Kopi Pagi : Cepat dan Bijak
Disebutkan, kemanunggalan TNI dengan Rakyat adalah urat nadi sistem pertahanan semesta. Sadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, demi kepentingan rakyat.
TNI adalah tentara rakyat, lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, TNI akan senantiasa mendukung berbagai program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional.
Tak terbantahkan, kemanunggalan TNI dengan rakyat sudah melebur dalam jiwa dan raga yang terimplementasi dalam gerak langkah sehari – hari, melalui hati, pikiran, ucapan dan perbuatan.
Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus menyatu padu, itulah dwitunggal tak akan pernah tanggal, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.
Sejalan dengan ketahanan nasional saat ini yang tidak terbatas pada aspek konfrontasi bersenjata, semakin menuntut peran aktif institusi TNI dalam program teritorial guna mendukung ketahanan pangan, energi dan air.
Senantiasa hadir di tengah – tengah masyarakat untuk mengayomi dan melindungi rakyat tanpa melihat latar belakang aspirasi politiknya.
Dirgahayu TNI.
