POSKOTA.CO.ID - “Peduli regenerasi petani harus dilakukan dengan mengedukasi bahwa petani adalah profesi bergengsi dan panggilan negeri. Profesi petani akan diminati jika ada kepastian jaminan sosial, taraf hidupnya meningkat, dukungan kelembagaan keuangan.Tak kalah pentingnya melindungi petani dari fluktuasi harga, praktik ekonomi biaya tinggi, dan gagal panen,” - Harmoko -
Peringatan Hari Tani Nasional tahun 2026 ini, boleh jadi, terasa istimewa karena diwarnai momentum penting dengan disahkannya UU tentang Pengaturan Reforma Agraria, yang subjek prioritasnya di antaranya menyangkut petani kecil, penggarap dan buruh tani. Selain, nelayan dan masyarakat adat, serta perempuan dan masyarakat miskin.
Ini sejalan dengan momentum Hari Tani Nasional itu sendiri yang diperingati setiap tanggal 24 September, tentunya dengan mengangkat isu kedaulatan pangan, kesejahteraan petani, penyelesaian konflik agraria, redistribusi tanah yang adil, perlindungan terhadap risiko gagal anen. Tak kalah pentingnya kestabilan harga produksi pertanian, yang acap merugikan petani. Harga tinggi di saat musim tanam, tetapi anjlok begitu panen tiba.
Petani yang mestinya menikmati hasil hasil panen, menjadi ikut terpuruk seiring dengan merosotnya harga produk pertanian. Hasil yang didapat tak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga: Kopi Pagi: Mengisi Kemerdekaan Tiada Akhir
Penghasilan yang tidak menjanjikan seperti ini menjadi salah satu faktor penyebab profesi sebagai petani kurang diminati kaum muda. Petani yang sudah ada secara bertahap beralih profesi sehingga jumlah petani terus menyusut dari tahun ke tahun.
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah petani nasional turun dari 31,7 juta orang pada 2013 menjadi 29,3 juta orang pada 2023 atau menurun sebesar 7,42 persen.
Dilihat dari usianya, data menyebutkan, terbesar didominasi usia 45 – 54 tahun, urutan di bawahnya berusia 55-64 tahun, sedangkan petani muda semakin langka, terlebih usia 15-24 tahun jumlahnya hanya sekitar 1,3 persen dari total petani yang ada.
Krisis regenerasi petani menjadi satu problema tersendiri yang harus segera dicarikan solusi agar ketahanan pangan tidak bertumpu kepada generasi petani yang kian menua.
Baca Juga: Kopi Pagi: Merawat Kepercayaan Publik
Poin pentingnya adalah peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi perhatian pemerintah dan stakeholder terkait.
