POSKOTA.CO.ID - Nama pengusaha Dato Sri Tahir ramai disorot setelah menjadi salah satu konglomerat yang resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Dari Sri Tahir bersama 25 orang lainnya yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda, dilantik masuk ke dalam jajaran Wantimpres pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sebelum menjadi bagian Wantimpres Prabowo, Tahir juga diketahui pernah menjadi anggota pada era presiden Joko Widodo. Ia diangkat oleh Jokowi sebagai anggota pada 13 Desember 2019.
Baca Juga: Besaran Gaji Rocky Gerung usai Jadi Wantimpres, Dibayar Rp76,5 Juta per Bulan
Sosoknya selama ini dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bahkan, Tahir termasuk ke dalam anggota '9 Naga' yang diketahui sebagai sekelompok konglomerat penguasa bisnis dan ekonomi Indonesia.
Namanya pun seringkali masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Bahkan, berdasarkan Forbes Real-Times Billionaires, ia kini menjadi orang terkaya ke-5 di Indonesia dengan kekayaan mencapai 9,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp168,09 triliun.
Lantas, apa saja bisnis yang dimilikinya, serta seperti apa profilnya? Berikut ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Berapa Nominal Gaji Wantimpres Prabowo? Segini Besaran Penghasilan Ketua dan Anggota
Profil Dato Sri Tahir
Dato Sri Tahir atau Ang Tjoen Ming lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952. Ia menempuh pendidikan S1 di Singapura dan meraih gelar sarjana di bidang Manajemen pada 1976 dari Nan Yang University, Singapura.
Ia lalu melanjutkan pendidikan S2 di Amerika Serikat dan berhasil meraih gelar Master of Business Administration dari Golden Gate University, San Francisco, Amerika Serikat (AS) pada 1987.
Pada tahun 2008, Universitas 17 Agustus Surabaya memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Dato Sri Tahir.
