Uang Rp2,1 Juta Melayang, Korban Dugaan Penipuan Yayasan Penyalur Kerja di Grogol Pilih Pasrah

Jumat 02 Okt 2026, 22:51 WIB
Ilustrasi penipuan penyalur tenaga kerja. (Sumber: Magnific)
Ilustrasi penipuan penyalur tenaga kerja. (Sumber: Magnific)

Kasus itu bermula saat korban diwawancara di kawasan Jalan Pangeran Tubagus Angke, Jelambar Baru, Grogol, Jakarta Barat.

Wawancara dilakukan seorang perempuan yang mengaku sebagai HRD suatu perusahaan. Ia menyebutkan, proses wawancara berjalan normal.

Ia kemudian dinyatakan lolos dan diterima bekerja, karena dinilai memiliki attitude yang baik. Namun, A diminta membayar uang untuk jaminan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Seusai berdiskusi dengan orang tuanya, A akhirnya mentransfer uang dengan jumlah Rp2,1 juta ke rekening Bank Jago atas nama RAL.

A selanjutnya diarahkan ke sebuah ruko di kawasan CityPark, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk mengikuti pelatihan, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU), serta mengambil seragam dan sepatu kerja.

Baca Juga: Dugaan Penipuan Investasi Bitcoin, 2 Warga Bali Lapor Polisi Aset Rp19 Miliar Tak Bisa Diakses

Hanya saja, ia jusru dilarang membawa barang selain pulpen. Menurut A, pihak rekruter meminta pekerja membawa buku dan telepon seluler untuk mencatat selama pelatihan.

Di tengah proses itu, A bertemu dengan Sari dan diberi tahu informasi tentang jaminan dari uang yang dibayarkan. Jika tidak diterima kerja dalam tiga kesempatan berbeda, uang akan dikembalikan dan berlakuk sebaliknya.

Rekan A, I juga mengalami hal serupa. Ia menerima undangan wawancara kerja di tempat yang sama dengan A.

"Iya 100% scam karena terlihat meminta sejumlah uang di muka dengan alasan tertentu," ujar I. (M1)


Berita Terkait


News Update