Luky mengawali karier sebagai pegawai Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995 di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Perlahan-lahan, karier Luky di lembaga tersebut terus menanjak.
Ia tercatat pernah menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan, Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, serta Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi di Ditjen Pajak.
Tak hanya itu, Luky juga diketahui pernah ikut serta dalam program reformasi dan modernisasi administrasi perpajakan dan sempat memimpin Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
Pada 2011, Luky tak lagi menekuni bidang administrasi perpajakan. Ia bergabung dengan Badan Kebijakan Fiskal dan ditunjuk untuk menempati posisi sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.
Sekitar empat tahun kemudian, Luky dipercaya menduduki jabatan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Ia lalu dipilih menjadi Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Penerimaan Negara.
Karier Luky semakin mentereng saat ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko 2017-2022, lalu Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2022. Pada 23 Mei 2025, Luky dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan hingga April 2026.
Pada 21 April 2026, Luky Alfirman resmi diberhentikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Latar Belakang Keluarga
Tidak ada banyak informasi mengenai latar belakang maupun kehidupan pribadi Luky yang dibagikan ke publik sehingga sulit untuk diketahui.
Informasi mengenai sosok orang tuanya, maupun anak dan juga istri Luky Alfirman selama ini tidak pernah ditampilkan secara umum di media.
