JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengumuman penempatan Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) alias Kopdes melalui platform Simkopdes pada 25 September 2026, memicu keluhan massal.
Pasalnya, banyak calon peserta yang menganggap penempatan tidak sesuai dengan harapan dan kesiapan mereka.
Unggahan dari Instagram @agrinaspangan selaku pengelola operasional SDM KDKMP, langsung dibanjiri komentar netizen, mulai dari keluhan calon peserta hingga reaksi dari konten kreator Fathian Hafiz.
“lagi nunggu info para calon yang protes karena penempatannya ngaco,” celetuknya hingga mendapatkan 1,3 ribu like sebagaimana dilihat Poskota, Senin, 28 September 2026.
Baca Juga: 28.626 Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Bekerja Oktober 2026, Segini Besaran Gajinya
Banyak peserta terlempar sangat jauh dari domisili asal, seperti peserta asal Sumatera Barat yang ditempatkan di Papua, hingga memicu gelombang kekecewaan di antara pelamar KDKMP.
“Katanya penempatan kembali ke domisili masing2. Kasian adekku dapat di papua,, domisili sumatera barat, padang. Atau salah input ga nih admin? Plis dongg.,, malah semua temen2 nya yg asal sumbar dapat disumbar juga,” keluh akun threads @_u**za
“pak tolong ga adil ini ga ada tunjangan penempatan untuk yg ga sesuai domisili kah? kita udah rela resign malah terjebak seperti ini. kan harusnya ada biaya tempat tinggal, biaya dll karna ga sesuai domisili,” ungkap akun @ap***yk_
Netizen lain dengan username @pu***afiifa** juga menuangkan kekecewaannya pada program ini. Menurutnya, ia sudah mengorbankan banyak hal, namun hasilnya nihil.
Baca Juga: Apa Status Manajer Kopdes Merah Putih? Simak Daftar Tugas dan Tanggung Jawabnya
“Penempatan ga sesuai bgt, padahal udah berkorban banyak hal, harusnya pikirin lagi, jgn asal2an buat penempatan. Nunggu 2 bln, katanya proses penempatan biar sesuai, ternyata nihil. Udah habis waktu, uang, tenaga, rugi banyak. Thanks bgt deh sama program ga jelas ini,” sarkasnya.
Hal tersebut turut menjadi perbincangan di platform media sosial X dan threads, banyak netizen yang menyayangkan reaksi dari para calon peserta KDKMP.
Lantaran ketentuan penempatan sebenarnya telah tercantum jelas dalam surat pernyataan yang berbunyi: “Bersedia ditempatkan pada unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Beberapa netizen juga menyoroti bengkaknya anggaran yang telah digelontorkan sebelumnya untuk program pelatihan militer bagi para calon peserta KDKMP, seolah menjadi sia-sia.
Baca Juga: Persyaratan Pinjaman Kopdes Merah Putih Kini Lebih Mudah, Begini Aturan Terbarunya
“anggaran udah triliunan yang katanya buat melatih mental, tapi ternyata mentalnya segini aja. pada marah semua karena penempatan gak sesuai harapan,” ujar akun X dengan username @s**irn**ia
Netizen lain @ramy**** turut menanggapi komentar tersebut dengan berseloroh, “loh, kan sudah dilatih untuk cinta negara, kok masih pada protes ya? apa pelatihan militernya kurang lama ya?,”
Rincian Gaji Manajer KDKMP
Beredarnya salinan surat penempatan dari BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara di media sosial semakin memperjelas dasar perdebatan publik.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026, para manajer KDKMP diikat kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama 24 bulan.
Baca Juga: Pimpin Upacara Harkop, Wabup Tangerang Sebut Sudah Ada 274 Kopdes Merah Putih
Mereka ditugaskan mengelola operasional harian toko, persediaan barang, hingga memenuhi target penjualan di tingkat desa/kelurahan.
Untuk tanggung jawab tersebut, dokumen mencantumkan total kompensasi gross senilai Rp6,8 juta per bulan, yang mencakup gaji pokok, tunjangan umum, serta uang makan.
Fasilitas pendukung seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan hak cuti 12 hari kerja juga turut diberikan.
Meski hak dan beban kerjanya terbilang jelas, ketiadaan tunjangan akomodasi di luar domisili serta waktu konfirmasi yang terkesan mendesak per 25 September 2026 tetap menjadi batu sandungan.
Hal inilah yang memicu kebimbangan peserta di tengah ancaman isu pinalti bagi mereka yang memilih mundur di tengah jalan.
Baca Juga: Berapa Nominal Gaji Manager Kopdes Merah Putih? Segini Perkiraannya
Kesiapan Mental Peserta vs Kritik Sistem
Polemik ini mendadak membelah warganet menjadi dua kubu. Sebagian netizen menyentil sikap para peserta yang dinilai kurang gigih dan terkesan terkejut saat menghadapi realitas penempatan di pelosok Indonesia.
Kesiapan mental mereka dipertanyakan, mengingat posisi manajer lapangan memang menuntut ketahanan ekstra di berbagai medan wilayah.
“Pada protes gaji kecil dan penempatan yang katanya ngawur, jauh dari domisili dan kayanya banyak yang bakal ngajuin putus kontrak, terus itu yang bakal ngisi bangunan yang kosong siapa? tanya akun X @it***eedy.
Namun di sisi lain, kritik tajam juga mengarah pada sistem tata kelola rekrutmen penyelenggara.
Banyak warganet menganggap algoritma penempatan SDM terlampau acak tanpa memperhitungkan biodata awal dan efisiensi operasional para manajer di daerah.
“Inii org2 yg ngurus penempatan kopdes KNMP sengawuurr inii gak bacaa biodataa pelamar tiap kotanyaa? keluh salah satu netizen threads @rena****
Kurangnya transparansi mengenai estimasi biaya hidup dan fasilitas tempat tinggal sejak awal proses pendaftaran juga dinilai menjadi pemicu utama timbulnya benturan ekspektasi yang tinggi ini.
“Tim yang resign klik tombol like uda beli kucing dalam karung ya, pantesan lah diawal gak ada diinfo besaran gaji berapa, rupanya zonk haha lebih besar lagi gaji perusahaan swasta, kalau diawal diinfo gaji pasti gak ada yg daftar,” ungkap salah satu netizen di unggahan @agrinaspangan. (m6)
