Kebakaran Pasar Serdang Diduga Sabotase, Pedagang Temukan Bensin Berbungkus Plastik di Atas Plafon 

Senin 28 Sep 2026, 15:23 WIB
Kebakaran terjadi di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)
Kebakaran terjadi di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

KEMAYORAN, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran terjadi di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB diduga disengaja. Api dilaporkan muncul dari salah satu kios di bagian dalam pasar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah pedagang.

Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Serdang, Sumarno, menyebut terdapat dugaan kebakaran tersebut berkaitan dengan upaya sabotase.

Dugaan itu muncul setelah ditemukan bahan bakar minyak (BBM) atau bensin di atas plafon di sekitar ruangan kantor kepala pasar.

“Pagi sebelum kejadian itu, bau BBM itu sudah menyengat, Pak, di sekitar kantor pasar. Semakin sore, semakin malam tambah menyengat,” kata Sumarno kepada Poskota, Senin, 28 September 2026.

Baca Juga: Kebakaran Kontainer di Tanjung Priok, Api Berhasil Dijinakkan dan Ini Penjelasan NPCT1

Menurut Sumarno, sebelum api membesar, pedagang sempat berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saat petugas tiba, bau menyengat masih tercium di sekitar lokasi kebakaran.

Sumarno menjelaskan, petugas pemadam kebakaran sempat memeriksa bagian kantor pasar setelah mencium bau yang diduga berasal dari bensin.

Bagian plafon di atas ruangan kepala pasar disebut dibuka dan ditemukan bensin yang yang disimpan menggunakan plastik.

“Di atas plafon kepala pasar, persis ruangan kepala pasar itu dibuka, di situ ada BBM,” ujarnya.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran TPA Galuga Bogor hingga Dini Hari Apa? Begini Kata Damkar

Sumarno menuturkan, temuan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Inafis untuk kepentingan penyelidikan.

Ia juga menyebut sejumlah pedagang sebelumnya sempat mencium bau seperti bensin di sekitar kantor pasar.

“Ada, yang kios belakangnya itu. ‘Kok ada bau bensin?’ Itu cerita semalam ke penyidik kalau enggak salah,” tuturnya.

Dugaan sabotase tersebut, lanjut Sumarno, tidak terlepas dari persoalan yang sebelumnya terjadi di Pasar Serdang, termasuk rencana revitalisasi pasar dan dugaan pungutan liar yang menurutnya telah dilaporkan kepada sejumlah pihak.

Baca Juga: Kemarau Panjang Intai Jakarta, 1.163 Kebakaran Terjadi

"Lapak yang terbakar baru dua (kios) di sekitar pasar. Itu kejahatan tidak punya perikemanusiaan, biadab," kecam Sumarno.

Saat ini pada Senin, 28 September 2026 siang aktivitas sudah tampak normal, sejumlah kios yang terdampak telah diberi garis polisi. Beberapa petugas dari Satpol PP tampak berjaga-jaga di sekitar kios terdampak dan di depan pasar.

Sementara itu, Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, Z Triyanto mengatakan, laporan diterima melalui telepon warga terkait kebakaran yang terjadi di salah satu kios pasar. Pihaknya menerima laporan kebakaran 21.50 WIB.

"Terima berita kejadian pukul 21.50 WIB dari telepon warga. Objek terbakar Pasar Serdang di Jalan Serdang Baru Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran," ujar Triyanto dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Gudang Bahan Plastik di Serang, Petugas Gabungan Dikerahkan

Berdasarkan keterangan pekerja dan pedagang, api terlihat membakar bagian terpal dan atap salah satu kios.

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik sehingga petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

"Kemungkinan kejadian ini diakibatkan oleh adanya korsleting," kata Triyanto.

Sebanyak empat unit mobil pemadam dan 20 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas tiba pukul 21.55 WIB dan api berhasil dilokalisir pukul 22.00 WIB, kemudian dilanjutkan proses pendinginan hingga operasi dinyatakan selesai pukul 22.05 WIB.


Berita Terkait


News Update