Ia juga menyebut sejumlah pedagang sebelumnya sempat mencium bau seperti bensin di sekitar kantor pasar.
“Ada, yang kios belakangnya itu. ‘Kok ada bau bensin?’ Itu cerita semalam ke penyidik kalau enggak salah,” tuturnya.
Dugaan sabotase tersebut, lanjut Sumarno, tidak terlepas dari persoalan yang sebelumnya terjadi di Pasar Serdang, termasuk rencana revitalisasi pasar dan dugaan pungutan liar yang menurutnya telah dilaporkan kepada sejumlah pihak.
Baca Juga: Kemarau Panjang Intai Jakarta, 1.163 Kebakaran Terjadi
"Lapak yang terbakar baru dua (kios) di sekitar pasar. Itu kejahatan tidak punya perikemanusiaan, biadab," kecam Sumarno.
Saat ini pada Senin, 28 September 2026 siang aktivitas sudah tampak normal, sejumlah kios yang terdampak telah diberi garis polisi. Beberapa petugas dari Satpol PP tampak berjaga-jaga di sekitar kios terdampak dan di depan pasar.
Sementara itu, Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, Z Triyanto mengatakan, laporan diterima melalui telepon warga terkait kebakaran yang terjadi di salah satu kios pasar. Pihaknya menerima laporan kebakaran 21.50 WIB.
"Terima berita kejadian pukul 21.50 WIB dari telepon warga. Objek terbakar Pasar Serdang di Jalan Serdang Baru Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran," ujar Triyanto dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Gudang Bahan Plastik di Serang, Petugas Gabungan Dikerahkan
Berdasarkan keterangan pekerja dan pedagang, api terlihat membakar bagian terpal dan atap salah satu kios.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik sehingga petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
"Kemungkinan kejadian ini diakibatkan oleh adanya korsleting," kata Triyanto.
