Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah Bantah Lecehkan Santri, Kini Mundur dari Jabatan

Jumat 25 Sep 2026, 12:52 WIB
Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah, TGH AIS bantah lakukan kekerasan seksual terhadap para santri. (Sumber: Pinterest/iam iam._)
Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah, TGH AIS bantah lakukan kekerasan seksual terhadap para santri. (Sumber: Pinterest/iam iam._)

POSKOTA.CO.ID - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah tuduhan kekerasan seksual yang dituduhkan kepadanya.

Tuan Guru Haji (TGH)) Ahmad Imanuddin Sumar (AIS) yang merupakan pimpinan Ponpes Abul Barokat sebelumnya menjadi sorotan setelah terseret kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya terungkap setelah media BBC Indonesia merilis laporan investigasi bertajuk "Aib Sang Guru". Namun, AIS dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

"Saya menyatakan dengan tegas dan meluruskan, bahwa seluruh hal yang dituduhkan kepada saya dalam pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak mendasar," kata AIS dalam klarifikasinya.

Baca Juga: Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah Siapa? Terseret Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Bantah Rekaman Suara yang Viral Sebagai Pengakuan

Lebih lanjut, AIS juga mengungkapkan bahwa rekaman suara dirinya bersama santrinya yang viral di media sosial bukanlah sebuah pengakuan atas perbuatan yang dituduhkan kepadanya, namun merupakan bentuk tabayyun.

Ia menilai pembicaraan tersebut sebagai upaya persuasif untuk mencegah timbulnya opini liar di kalangan publik mengenai pemberitaan dinilainya tidak benar.

Langkah tersebut diambilnya untuk mencegah berbagai dampak negatif yang bisa menyeret nama Ponpes Abul Barokat hingga membuat kegiatan belajar mengajar di sana terganggu.

Baca Juga: Data Desil Bansos Dipersoalkan Warga Lembang, Perum Bulog Targetkan Rampung Akhir September

"Maksud dan tujuan dari pembicaraan dalam rekaman itu adalah upaya tabayyun (klarifikasi) langsung pada Yusron (mantan santri) dan santriwati-santriwati yang diduga menjadi korban," jelasnya.

AIS pun menegaskan bahwa masalah yang ramai diperbincangkan belakangan ini adalah persoalan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan ponpes yang dipimpinnya itu.

Putuskan Mundur dari Jabatan

Tak hanya membantah seluruh tuduhan terhadapnya AIS juga menyampaikan keputusannya untuk mundur dari jabatannya sebagai pimpinan ponpes yang dibangunnya itu.

Keputusan tersebut, kata AIS, diambil agar kegiatan belajar mengajar di Ponpes Abul Barokat Wannafahat tidak terganggu gegara kasus ini.

Baca Juga: Tiba di Rumah Duka, Jenazah Surakman ABK Arupadhatu I Dimakamkan di Pandeglang

"Guna merespons situasi yang saat ini berkembang dan telah menjadi perhatian publik, serta demi menjamin seluruh aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal tanpa gangguan, saya mengambil sikap dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepaskan seluruh jabatan yang saya emban di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, maupun di ponpes-ponpes yang lain," tuturnya.

Usai mundur dari posisinya, AIS pun menyerahkan pengelolaan pesantren kepada Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang merupakan pimpinan NWDI (Nahdatul Wathon Diniyah Islamiyah) dan menandatangani Berita Acara.


Berita Terkait


News Update