Tak hanya membantah seluruh tuduhan terhadapnya AIS juga menyampaikan keputusannya untuk mundur dari jabatannya sebagai pimpinan ponpes yang dibangunnya itu.
Keputusan tersebut, kata AIS, diambil agar kegiatan belajar mengajar di Ponpes Abul Barokat Wannafahat tidak terganggu gegara kasus ini.
Baca Juga: Tiba di Rumah Duka, Jenazah Surakman ABK Arupadhatu I Dimakamkan di Pandeglang
"Guna merespons situasi yang saat ini berkembang dan telah menjadi perhatian publik, serta demi menjamin seluruh aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal tanpa gangguan, saya mengambil sikap dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepaskan seluruh jabatan yang saya emban di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, maupun di ponpes-ponpes yang lain," tuturnya.
Usai mundur dari posisinya, AIS pun menyerahkan pengelolaan pesantren kepada Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang merupakan pimpinan NWDI (Nahdatul Wathon Diniyah Islamiyah) dan menandatangani Berita Acara.
