"Hari ini saya bersama Bapak Kepala Bappisus melaksanakan kunjungan lanjutan. Ini kita akan dalami apakah rumah pegawai ini betul-betul digunakan untuk rumah pegawai atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain," kata dia.
Pendalaman tersebut juga berkaitan dengan informasi yang beredar mengenai dugaan adanya narapidana tertentu yang dapat menempati fasilitas tersebut dengan membayar sejumlah uang. Agus menyebut dugaan itu belum dapat disimpulkan dan masih akan diperiksa bersama tim Bappisus.
"Kalau keterangan petugas ini adalah rumah pegawai, tapi apakah dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain, itu akan kita dalami bersama-sama dengan tim Bappisus," ujar dia.
Agus menambahkan, pihaknya telah mengingatkan jajaran pemasyarakatan agar tidak melakukan penyimpangan. Menurutnya, sejumlah kebutuhan dan fasilitas bagi petugas telah disediakan untuk mengurangi potensi terjadinya praktik yang tidak sesuai aturan di dalam lapas.
"Semuanya sudah kita kasih. Bahan makanan sudah kepada mereka, kantin oleh koperasi, kemudian kantin dan wartel itu juga urusan para Kalapas. Tentunya ini adalah upaya kami untuk menghindari petugas melakukan penyimpangan-penyimpangan," jelas Agus.
Baca Juga: Ramp Check Bus Mudik Lebaran 2026 di Cibinong, Satu Armada Dinyatakan Belum Layak Jalan
Kronologi Penemuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Sebelumnya, Ombudsman RI menemukan sejumlah fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kamis, 24 September 2026. Temuan tersebut tidak hanya berupa bangunan hunian yang disebut menyerupai homestay atau klaster, tetapi mencakup proyek pembangunan simulator golf, fasilitas gym, serta dua mobil yang disebut sebagai kendaraan mewah.
Anggota Ombudsman, Syafrida R. Rasahan mengatakan, tim awalnya menanyakan area di balik pagar kompleks lapas yang disebut sebagai lokasi rumah dinas kepala lapas. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan lain di kawasan tersebut.
"Kami menemukan beberapa lokasi hunian di lapas yaitu berupa bangunan yang terlihat seperti homestay, yang terdiri dari seperti ada dinding seng cat warna biru. Kemudian juga terdapat rumah seperti klaster," ucap dia.
Selain menemukan bangunan yang disebut menyerupai vila, Ombudsman juga mendapati proyek pembangunan simulator golf dan fasilitas gym di sekitar kolam.
Pemeriksaan dilanjutkan ke bagian belakang kompleks hingga menemukan rumah dengan area parkir luas yang terdapat dua kendaraan yang disebut mobil mewah.
