Tijjani Reijnders Akui Uang Jadi Pertimbangan Pindah dari Man City ke Al-Qadsiah Rp1,1 Triliun

Kamis 24 Sep 2026, 12:17 WIB
Tijjani Reijnders melanjutkan karier bersama Al-Qadsiah setelah meninggalkan Manchester City. Faktor finansial dan rencana masa depan keluarga menjadi bagian dari pertimbangannya. (Sumber: Instagram/@tijjanireijnders)
Tijjani Reijnders melanjutkan karier bersama Al-Qadsiah setelah meninggalkan Manchester City. Faktor finansial dan rencana masa depan keluarga menjadi bagian dari pertimbangannya. (Sumber: Instagram/@tijjanireijnders)

POSKOTA.CO.ID - Keputusan Tijjani Reijnders meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Al-Qadsiah di Arab Saudi bukan semata-mata soal karier sepak bola.

Gelandang Timnas Belanda itu secara terbuka mengakui bahwa faktor finansial turut menjadi pertimbangan penting dalam kepindahannya.

Reijnders bergabung dengan Al-Qadsiah melalui transfer senilai 52 juta pound atau sekitar Rp1,1 triliun. Sementara itu, total nilai kontraknya selama beberapa tahun dilaporkan mencapai 86 juta pound atau setara Rp1,8 triliun.

Nilai tersebut membuat kepindahan Reijnders menjadi pembahasan, terutama karena ia meninggalkan klub besar Premier League untuk melanjutkan karier di Saudi Pro League.

Baca Juga: 3 Pernyataan Java United soal Keributan Lawan Persija, Serahkan ke Komdis PSSI

Alasan Finansial di Balik Kepindahan Reijnders

1. Kontrak Besar untuk Masa Depan Keluarga

Dalam wawancara dengan NOS, Reijnders tidak berusaha menutupi pengaruh uang terhadap keputusannya. Ia menyadari bahwa kontrak di Manchester City sebenarnya sudah bisa memberikan jaminan finansial setelah karier sepak bolanya berakhir. Namun, tawaran dari Al-Qadsiah membuka peluang untuk mengamankan kehidupan keluarganya hingga generasi berikutnya.

“Saya mata duitan? Saya tidak bisa menyangkalnya,” kata Reijnders kepada NOS.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangannya bukan sekadar pendapatan pribadi. Reijnders juga memikirkan kondisi ekonomi anak dan cucunya di masa depan. Dalam laporan terkait wawancara itu, ia menyebut bahwa dirinya ingin memastikan generasi penerus keluarga dapat hidup dengan aman secara finansial.

Bagi Reijnders, kesempatan memperoleh kontrak bernilai besar pada masa karier aktif merupakan peluang yang sulit diabaikan. Ia bahkan mempertanyakan alasan untuk menolak tawaran tersebut jika hasilnya bisa memberikan keamanan bagi keluarganya.

2. Tidak Hanya karena Uang, Ada Persoalan di Manchester City

Meski aspek finansial menjadi sorotan utama, kepindahan Reijnders juga berkaitan dengan perannya di Manchester City. Pemain asal Belanda itu merasa posisi bermainnya tidak sepenuhnya sesuai dengan karakter yang diinginkan.

Reijnders lebih menyukai peran gelandang box-to-box atau nomor delapan, yang memungkinkannya bergerak membantu serangan dan pertahanan. Namun, ia semakin sering ditempatkan di posisi yang lebih menyerang. Kondisi tersebut turut mendorongnya mempertimbangkan masa depan di klub lain.

Dengan demikian, transfer ke Arab Saudi tidak hanya bisa dilihat dari besarnya nilai kontrak. Ada pula pertimbangan mengenai pengalaman bermain, peran taktis, dan rencana karier jangka panjang.

Baca Juga: Persija Jakarta Rekrut Marselino Ferdinan, Dikontrak hingga 2028

Rencana Reijnders Setelah Bergabung dengan Al-Qadsiah

3. Tetap Menghargai Kualitas Saudi Pro League

Reijnders tidak menilai kepindahannya ke Arab Saudi sebagai akhir dari ambisi kompetitif. Ia justru menyampaikan pandangan positif mengenai kualitas Saudi Pro League.

Gelandang tersebut bahkan menyebut kompetisi di Arab Saudi memiliki kualitas yang menurutnya lebih tinggi daripada Eredivisie, kasta tertinggi sepak bola Belanda. Ia juga meminta orang-orang melihat pertandingan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian terhadap liga tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Reijnders ingin tetap dipandang sebagai pemain yang serius menjalani karier, bukan sekadar pesepak bola yang mengejar keuntungan finansial.

4. Masih Membuka Peluang Kembali ke Eropa

Masa depan Reijnders juga belum sepenuhnya terlepas dari sepak bola Eropa. Ia mengungkapkan bahwa pelatih Al-Qadsiah, Brendan Rodgers, pernah menyampaikan kemungkinan dirinya bermain selama tiga hingga empat tahun di Arab Saudi sebelum kembali ke kompetisi Eropa.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa Reijnders masih mempertahankan opsi untuk melanjutkan karier di luar Saudi Pro League. Namun, apakah ia benar-benar kembali ke Eropa akan bergantung pada perkembangan karier, kondisi klub, serta keputusan pribadinya di kemudian hari.

Kepindahan Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah memperlihatkan bagaimana seorang pesepak bola mempertimbangkan aspek ekonomi dan profesional secara bersamaan. Ia secara terbuka mengakui bahwa uang menjadi bagian penting dari keputusan tersebut, termasuk keinginannya menjamin masa depan keluarga.

Di sisi lain, Reijnders tetap mempertahankan ambisi bermain di level kompetitif dan tidak menutup kemungkinan kembali ke Eropa. Pilihannya di Arab Saudi pun menjadi bagian dari rencana karier yang masih dapat berkembang dalam beberapa tahun mendatang.


Berita Terkait


News Update