POSKOTA.CO.ID - Java United memberikan tanggapan terkait keributan yang terjadi saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9). Tim berjuluk Laskar Kepodang Emas tersebut menyatakan menyerahkan proses penyelesaian kejadian kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Pernyataan Java United muncul setelah video yang memperlihatkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia diduga melontarkan ucapan diskriminatif kepada pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. Namun, dugaan tersebut masih perlu dilihat berdasarkan pemeriksaan dan proses klarifikasi pihak terkait.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis (24/9), Java United menyampaikan tiga pernyataan mengenai insiden yang menjadi perhatian publik tersebut.
Baca Juga: Peluang Medali Emas Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini 24 September, Cek Daftar Finalnya
1. Java United Ingin Membawa Kebaikan dalam Sepak Bola
Java United menegaskan filosofi klub yang mengedepankan kesempatan, harapan, dan kebahagiaan. Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk menghadirkan pengalaman positif melalui sepak bola.
Klub menyebut olahraga ini seharusnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, tanpa terbatas pada usia maupun latar belakang.
"Sepak bola merupakan olahraga yang menghiburkan dan menyenangkan bagi semua golongan dan usia," tulis Java United dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pandangan klub terhadap nilai-nilai yang ingin dibangun melalui sepak bola.
2. Menyayangkan Kericuhan saat Melawan Persija
Java United mengakui adanya kejadian kericuhan dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan publik, terutama setelah beredarnya video yang dikaitkan dengan dugaan ucapan diskriminatif terhadap Shin Tae-yong.
