TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menggelar ajang Jumpa, Bakti, dan Gembira (Jumbara) di Lapangan Pos AL Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga. Ajang yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 23 September 2026 hingga Jumat, 25 September 2026 ini, diikutsertakan oleh sedikitnya 1.000 anggota Palang Merah Remaja (PMR) guna memperkuat kaderisasi kemanusiaan sejak dini.
Para peserta terdiri dari tiga tingkatan, yakni PMR Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA/SMK). Kegiatan ini diselenggarakan sekaligus untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI.
Ketua Pelaksana Jumbara, Nurjaman, menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar ajang berkumpul atau rekreasi antarpelajar. Lebih dari itu, Jumbara disiapkan sebagai ruang edukasi intensif agar para kader muda siap turun ke lapangan saat terjadi bencana atau musibah di tengah masyarakat.
"Ini tentunya bukan sekadar berkumpul, melainkan kegiatan edukasi dalam menyiapkan kader-kader kemanusiaan di masa depan," ujar Nurjaman di lokasi kegiatan, Rabu, 23 September 2026.
Baca Juga: Polemik Voters MUNAS HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali berbagai materi krusial. Di antaranya pelatihan praktis Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta pendalaman 7 Modul Utama PMR.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menilai Jumbara harus menjadi pintu masuk (entry point) bagi anggota PMR untuk menjaga keberlanjutan organisasi kemanusiaan tersebut. Ia optimistis para pelajar yang terlibat hari ini akan menjadi tulang punggung gerakan kemanusiaan maupun kepemimpinan di masa mendatang.
"Saya meyakini PMR saat ini akan menjadi tunas dan kader masa depan bangsa, baik di ranah PMI maupun pemerintah. Yakinlah, menjadi anggota PMR akan menjadikan kita manusia yang bermanfaat bagi masyarakat," tutur Soma.
Soma juga mengingatkan bahwa bulan September memiliki nilai sejarah tersendiri bagi seluruh insan PMI. Tepat 81 tahun lalu, organisasi ini lahir secara resmi sebagai garda terdepan aksi sosial dan kemanusiaan di Indonesia.
"Kita bangga menjadi bagian dari sejarah bangsa ini. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader muda, mulai dari tingkat Mula, Madya, hingga Wira yang hadir dan berpartisipasi aktif pada momen penting ini," pungkasnya.
