Polisi Pastikan Jenazah di Pulau Enggano Bagian Rombongan 5 Jurnalis yang Hilang

Rabu 23 Sep 2026, 16:11 WIB
Potret penemuan mayat di Pulau Enggano, Bengkulu Utara yang merupakan ABK KM Aru Padatu 1. (Sumber: Istimewa)
Potret penemuan mayat di Pulau Enggano, Bengkulu Utara yang merupakan ABK KM Aru Padatu 1. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Biddokkes Polda Banten memastikan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, merupakan Surakman, Anak Buah Kapal (ABK) KM Aru Padatu 1. Kepastian tersebut diperoleh setelah tes DNA oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menunjukkan kecocokan genetik antara sampel jenazah dan putra kandung korban.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menyatakan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui operasi Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data postmortem dan data antemortem dari pihak keluarga.

"Tuan Yayat adalah putra kandung Bapak Surakman, ABK Kapal Aru Padatu 1 yang ikut meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026," kata Hengki dalam konferensi pers, Rabu, September 2026.

Sebelumnya, jenazah tanpa identitas ditemukan pada 12 September 2026 dengan ciri-ciri mengenakan celana pendek hitam, tinggi badan sekitar 163 sentimeter, serta perkiraan usia 50 tahun.

Baca Juga: Tangis Pecah di Pantai Pagedongan, Keluarga 5 Jurnalis dan 3 ABK Gelar Tabur Bunga sebelum Tinggalkan Carita

Biddokkes Polda Banten kemudian mengoordinasikan data antemortem dari delapan keluarga korban hilang kepada Biddokkes Polda Bengkulu.

Berdasarkan hasil tes DNA DVI Pusdokkes Polri, sampel dengan kode spesimen PM/62/P.ENGGANO/01 secara sah teridentifikasi sebagai Surakman.

Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu menggunakan pesawat Cessna. Rencananya, jenazah dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk diserahkan kepada pihak keluarga dengan pendampingan dari Pemerintah Daerah, Basarnas, dan kepolisian.

Baca Juga: Penyisiran 3 Pulau Nihil, Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dipersempit

Kronologi Hilangnya Kapal Peliput Gunung Anak Krakatau

KM Aru Padatu 1 dilaporkan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.

Kapal tersebut membawa total delapan penumpang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Pada Selasa, 8 September 2026 pukul 13.55 WIB, Satpolair Polres Pandeglang menerima laporan hilang kontak. Meski Tim SAR Gabungan telah menyisir Selat Sunda selama sepuluh hari, tujuh orang lainnya hingga kini belum ditemukan.

Pihak otoritas memutuskan tidak memperpanjang operasi pencarian mandiri, namun mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk segera melapor jika menemukan petunjuk atau keberadaan korban lain.


Berita Terkait


News Update