Kebakaran di Kebayoran Lama Hangus Harta Benda, Warga Pikirkan Anak Sekolah

Rabu 23 Sep 2026, 21:41 WIB
Penampakan pemukiman warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang hangus setelah terbakar, Selasa, 22 September 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Penampakan pemukiman warga di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang hangus setelah terbakar, Selasa, 22 September 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Setelah memastikan istri dan kedua anaknya selamat, Andan sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api bergerak cepat dan menjalar ke bangunan lain, membuat upaya warga untuk menyelamatkan barang semakin sulit dilakukan.

Sebenarnya, kata Andan, pada saat kejadian sempat turun hujan dan lumayan deras, tapi tetap tidak menghentikan kobaran api. Bahkan, angin yang bertiup setelah hujan justru membuat api semakin cepat menyebar, disertai suara ledakan dari sejumlah benda di sekitar lokasi.

“Hujan turun di sini tapi api besar banget. Setelah hujan, angin tambah besar, baru api menjalar ke seluruhnya,” terang Andan.

Selain kehilangan harta benda, Andan juga menghadapi persoalan yang lebih panjang. Dia harus memikirkan tempat tinggal, pendidikan anak, kebutuhan sehari-hari hingga bagaimana kembali mendapatkan penghasilan setelah seluruh barang dagangan habis terbakar.

Untuk sementara, Andan dan keluarga tersebut mengandalkan makanan dan kebutuhan pokok yang diberikan di lokasi pengungsian. Ia juga berharap bantuan yang diterima tidak hanya berupa makanan dan pakaian untuk orang dewasa. Ia ingin kedua anaknya segera memiliki kembali seragam, sepatu, buku dan perlengkapan belajar agar dapat kembali bersekolah.

“Kalau saya sama istri kan masih bisa, tapi kan anak bagaimana sekolahnya, kasihan. Sementara uang apa sudah enggak ada," ucap Andan.

Kemudian terkait dengan pilihan untuk menempati rumah susun yang mungkin ditawarkan pemerintah pun masih harus dipertimbangkan dengan matang. Andan perlu memastikan lokasi tempat tinggal baru tidak menyulitkan kedua anaknya untuk bersekolah sekaligus masih memungkinkan dirinya mencari penghasilan.

“Kalau untuk tempat kerja masih dipikirkan kalau misalnya rusun. Apalagi kalau jauh dari sekolah anak-anak, kasihan. Kita juga harus mencari tempat usaha lagi, mulai dari nol lagi,” terang Andan.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran dengan 128 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran yang melanda kawasan seluas sekitar 1.205 meter persegi tersebut. Kobaran api menghanguskan 22 bangunan yang terdiri dari 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha.

Sementara itu, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan kembali melakukan pendataan warga yang terdampak kebakaran hebat di kawasan permukiman dekat Stasiun Kebayoran, tersebut. Tercatat hingga saat ini sebanyak 180 warga yang terimbas amukan si jago merah.

Petugas melakukan pendataan terhadap warga terdampak di tenda pengungsian yang berada di Jalan Mesjid Al-Huda, Kebayoran Lama. Pendataan tersebut dilakukan untuk membantu menerbitkan kembali dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat kebakaran.

"Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen dapat menerbitkan kembali dokumennya," ujar Kepala Sektor Dukcapil Kebayoran Lama, Aldo Prima Putra.


Berita Terkait


News Update