POSKOTA.CO.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia masih berpotensi mengalami perubahan seiring pergerakan harga minyak mentah dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, termasuk perkembangan Indonesian Crude Price (ICP).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga pada 1 dan 2 September 2026. Perubahan harga ini menjadi perhatian masyarakat karena dapat memengaruhi pengeluaran harian, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi.
Bahlil Jelaskan Hubungan ICP dengan Harga BBM
Dalam keterangannya pada Selasa (22/9/2026), Bahlil menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak ditetapkan secara terpisah dari perkembangan harga minyak global. Harga acuan minyak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian harga di dalam negeri.
“Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tetapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” kata Bahlil, Selasa (22/9/2026).
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dapat berlangsung mengikuti dinamika pasar. Ketika harga minyak acuan meningkat, harga BBM berpotensi mengalami kenaikan. Sebaliknya, penurunan harga acuan dapat membuka ruang untuk penyesuaian ke bawah.
Meski demikian, pergerakan harga minyak mentah dunia tidak secara otomatis berarti harga BBM di SPBU akan berubah setiap saat. Penyesuaian tetap bergantung pada mekanisme penetapan harga dan kebijakan masing-masing badan usaha.
3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pengguna BBM Nonsubsidi
Berikut beberapa poin penting yang dapat dipahami masyarakat terkait perkembangan harga BBM nonsubsidi:
1. Harga minyak global memengaruhi harga BBM
Pergerakan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam penentuan harga BBM nonsubsidi. Kenaikan atau penurunan harga acuan dapat memengaruhi biaya bahan bakar.
2. ICP menjadi indikator yang perlu dipantau
Indonesian Crude Price (ICP) digunakan sebagai salah satu acuan dalam konteks harga minyak Indonesia. Perubahan nilainya dapat menjadi bagian dari pertimbangan penyesuaian harga BBM.
3. Harga BBM nonsubsidi masih dapat berubah
Setelah penyesuaian harga pada awal September 2026, peluang perubahan berikutnya tetap terbuka seiring perkembangan pasar minyak global. Namun, waktu dan besaran penyesuaian tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pergerakan harga minyak.
Baca Juga: Update Operasi SAR KM Virgo Transport 8: 1 Korban Ditemukan, 116 Masih dalam Pencarian
Perkembangan Harga BBM Perlu Diikuti Secara Berkala
Bagi masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi, perkembangan harga minyak dunia dan pengumuman resmi badan usaha penyedia BBM menjadi informasi yang perlu diperhatikan. Perubahan harga dapat berdampak pada perencanaan pengeluaran transportasi, khususnya bagi pengguna kendaraan yang memiliki mobilitas tinggi.
Pernyataan Bahlil menegaskan bahwa dinamika harga minyak global tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti informasi penyesuaian harga melalui sumber resmi agar memperoleh keterangan yang akurat.
