Ekonomika Pancasila: Saat Utang Menjadi Senjata Kolonisasi

Rabu 23 Sep 2026, 06:00 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)

Kesembilan, selanjutnya sektor riil serta UMKM terjepit dalam ketidakpastian karena meningkatnya biaya produksi dan hidup yang makin tak terkejar;

Kesepuluh, projek kemanusiaan bersubsidi (pendidikan, kesehatan, papan dan pakan) akan dihapuskan sehingga rakyat terjepit;

Kesebelas, terjadi peningkatan tarikan pajak dan disharmoni rakyat serta meningkatnya kriminalitas yang makin telanjang di depan mata.

Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Memunggungi Ekonomi Laut Kita

Inilah mekanisme penetrasi, dominasi dan hegemoni negara penjajah yang oleh ekonom konstitusi Ichsanuddin Noorsy (2026) disebut melakukan 7i: invasi, intervensi, infiltrasi, interferensi, indoktrinasi, intimidasi, instability (via inflasi dan berujung impoverishment).

Ya. Impoverishment artinya sangat melarat karena kondisi seseorang, suatu daerah, atau satu negara kehabisan sumber daya hidup, sumber daya alam dan sumber pengharapan.

Opini ini ditulis oleh Yudhie Haryono, CEO Nusantara Centre.


Berita Terkait


News Update