BMKG Sebut Musim Hujan Mundur, Ini Dampak Kemarau Panjang bagi Kesehatan Warga Jakarta

Rabu 23 Sep 2026, 12:55 WIB
Kondisi udara yang kering dan dipenuhi polusi kendaraan berpotensi memicu gangguan pernapasan. (Sumber: Dok. Pixabay/s_sopian)
Kondisi udara yang kering dan dipenuhi polusi kendaraan berpotensi memicu gangguan pernapasan. (Sumber: Dok. Pixabay/s_sopian)

Selain perlu memperhatikan sumber air yang dikonsumsi, penyakit pencernaan juga dapat dicegah melalui upaya menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan menggunakan sabun setelah dari kamar mandi atau sebelum mengkonsumsi makanan.

Baca Juga: Jakarta Masuk Awas Kekeringan, BPBD Catat Sudah Ada 13 Laporan Warga Butuh Air Bersih

Iritasi Mata

Partikel debu, polutan dan zat kimia berbahaya di udara dapat menyebabkan iritasi pada mata. Partikel-partikel yang masuk ke dalam mata, dapat membuat mata merah, kering, gatal dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat diperparah dengan adanya radang pada selaput mata, atau konjungtivitis yang dapat membuat mata merah, berair disertai perasaan seperti terbakar.

Dilansir dari National Eye Center (NEC), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dari paparan polusi udara:

  1. Gunakan kacamata pelindung
  2. Hindari tempat dengan polusi udara tinggi
  3. Rutin memberikan mata dengan air
  4. Gunakan obat tetes mata dengan kandungan yang aman
  5. Gunakan penyaring udara di ruangan

Berbagai ancaman kesehatan mulai dari gangguan pernapasan, masalah pencernaan hingga iritasi mata menunjukan bahwa kemarau yang lebih panjang bukan sekedar fenomena cuaca, melainkan juga dapat berdampak bagi kesehatan.

Oleh karena itu, kesadaran warga Jakarta dalam menerapkan pola hidup sehat, bersih, dan memantau kualitas udara serta disiplin menjaga protokol kesehatan menjadi fondasi utama agar tetap terlindungi selama masa kemarau berlangsung.


Berita Terkait


News Update