Kedua pola ini berfokus pada proses berpikir yang berulang, bukan semata-mata isi pikiran negatifnya.
Baca Juga: Apa Itu Mindfulness? Memahami Cara Hadir di Saat Ini
Apakah Sering Berpikir Negatif Berarti Akan Mengalami Alzheimer?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara RNT, perubahan biologis otak, dan penurunan kemampuan kognitif. Namun, hasil tersebut belum membuktikan bahwa setiap orang yang sering overthinking akan mengalami Alzheimer.
Peneliti sendiri menekankan perlunya studi lanjutan untuk mengetahui apakah mengurangi pola berpikir negatif dapat memengaruhi risiko Alzheimer. Penelitian intervensi, termasuk pendekatan psikologis, menjadi salah satu arah yang dapat dikaji.
Karena itu, memiliki pikiran buruk sesekali tidak perlu langsung dianggap sebagai tanda gangguan otak. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan apakah kekhawatiran atau perenungan tersebut terus berulang dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jika pikiran yang sulit dikendalikan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, atau aktivitas harian, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat.
