Namun, petugas piket kala itu hanya mengukur suhu tubuh pasien dan memulangkannya dengan alasan ruangan penuh serta menganggapnya sekadar demam biasa.
Mengingat kondisi anaknya tak kunjung membaik, keluarga terpaksa memanggil mantri ke rumah untuk memasang infus sebelum akhirnya membawa pasien ke klinik swasta di Kalanganyar.
Hasil uji laboratorium di klinik tersebut mengonfirmasi pasien positif terjangkit DBD. Keluarga terpaksa merogoh kocek mandiri, karena kartu BPJS Kesehatan korban dalam status tidak aktif.
