POSKOTA.CO.ID - Kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam memangkas dan merestrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara massal mendapat sorotan media internasional, The Telegraph. Langkah tegas pemerintah Indonesia melalui pembentukan Danantara tersebut dinilai menjadi bukti keberanian politik yang kini dinilai kian langka dan patut dicontoh oleh para pemimpin di negara-negara Barat.
Analisis mendalam tersebut ditulis oleh Rovshan Ibrahimov, Profesor Departemen Hubungan Internasional dari Webster University. Dalam artikelnya, Ibrahimov mengulas konsep kebijakan ekonomi yang ia sebut sebagai “Prabowonomics”, khususnya dalam menangani kerumitan birokrasi dan entitas anak usaha BUMN.
Menurut Ibrahimov, membenahi struktur BUMN yang telah mengakar dan berkembang selama berpuluh-puluh tahun membutuhkan ketegasan ekstra untuk menghadapi berbagai kepentingan di dalamnya.
Ia membandingkan ketegasan Presiden Prabowo dengan ketidakmampuan para pemimpin politik di negara-negara Barat, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Pemerintah di negara-negara tersebut dinilai kerap ragu dan kesulitan saat harus memangkas pemborosan struktur negara karena khawatir memicu resistensi politik.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai, Tarif Rp8 Selama 8 Hari
“Untuk mencabut struktur yang telah berakar kuat, diperlukan tangan yang cukup tegas,” kata Ibrahimov seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat, 18 September 2026
Dalam tulisannya, Ibrahimov menyoroti skala restrukturisasi BUMN yang berada di bawah Danantara. Prabowo sebelumnya memperkirakan terdapat sekitar 300 hingga 400 entitas, tetapi setelah dilakukan pemetaan jumlahnya ternyata mencapai 1.074 entitas.
Struktur tersebut, menurut Ibrahimov, berkembang melalui pembentukan anak perusahaan hingga entitas turunan yang membuat lapisan organisasi semakin kompleks. Kondisi itu dinilai dapat memperlemah akuntabilitas, menciptakan fungsi yang tumpang tindih, serta meningkatkan potensi pemborosan.
Hingga Agustus 2026, Danantara disebut telah menghapus 290 entitas melalui merger, likuidasi, dan divestasi. Sementara itu, target yang ditetapkan Prabowo adalah melakukan restrukturisasi terhadap 300 entitas hingga akhir tahun.
Baca Juga: Prabowo Keturunan Wali Songo dari Mana? Simak Jejak Silsilah Keluarga Presiden ke-8 RI
Ibrahimov juga membahas kritik terhadap Danantara yang dinilai memiliki kekuasaan ekonomi sangat besar dan berada di bawah pertanggungjawaban kepada Presiden. Selain itu, mandat Danantara dinilai lebih luas dibandingkan model sovereign wealth fund konvensional yang umumnya berorientasi pada investasi dan keuntungan finansial jangka panjang.
