Berdasarkan riwayat karier yang tersedia dalam tulisan ini, tidak ditemukan jabatan formal Purbaya sebagai trader. Ia memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989–1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan ekonomi di Purdue University, Purbaya masuk ke lingkungan pasar keuangan melalui Danareksa Research Institute. Ia menjabat Senior Economist pada 2000–2005 dan Chief Economist pada 2005–2013.
Purbaya juga pernah menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities pada 2006–2008 serta anggota direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013–2015.
Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya yang panjang dalam dunia sekuritas dan analisis ekonomi. Namun, menjadi ekonom atau pimpinan perusahaan sekuritas tidak serta-merta sama dengan bekerja sebagai trader yang rutin mengambil posisi jual-beli aset.
Baca Juga: Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu ke Suahasil Pagi Hari Ini
Pernyataan Yudo dan Riwayat Purbaya di Pasar Saham
Setelah reshuffle kabinet, Yudo mengunggah pernyataan mengenai pekerjaan sang ayah.
“Pensiun aja dari politik, enak jadi trader gajinya milyaran perbulan. Jadi menteri gaji kecil, kerjanya nonstop ngurusin negara yang bawahan korup,” tulis Yudo dalam salah satu unggahannya.
Dalam video lain, ia juga menyebut ayahnya dapat “balik jadi trader”.
Purbaya memang dikenal memiliki perhatian terhadap pasar saham. Saat memimpin Lembaga Penjamin Simpanan pada April 2025, ia pernah menilai pelemahan IHSG terlalu berlebihan dibandingkan fundamental ekonomi.
“Jadi kalau suka main saham, sekarang good time to buy,” ujar Purbaya kala itu.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari juga pernah melontarkan kelakar pada Juni 2026 ketika Purbaya menyarankan masyarakat memanfaatkan penurunan pasar untuk membeli saham.
“Pak Purbaya itu Menteri Keuangan, bukan trader,” kata Qodari.
